Cerpen

Bala Tentara

(Ini cerpen lama saya, ketika mulai menggeluti dunia kepenulisan, pada saat itu saya merasa ini sudah bagus-bagus sangat cerpennya, nyatanya kalau dibaca lagi jadi malu.) Apalah sebagian dari mereka yang lebih tua itu, adalah mereka yang hingar bingar, bak singa lapar yang mengamuk tatkala tak ada mangsa. Ada pula yang belagak kritis, mengkritik dan mengkritik …

Read moreBala Tentara

Mamang

          Suli kembali terpekur di tepian pantai sebagaimana yang ia lakukan belakangan ini. Duduk bersila di bawah pohon kelapa, membiarkan angin berhembus membelai rambutnya yang bergelombang laksana ombak. Ia menghirup napas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan, berusaha membuang gundah yang menjadi sekat berujung sesak di dadanya yang bidang. Kemudian ia melempar pandang pada matahari yang garang …

Read moreMamang

Dari Surau Tempat Min Bersemayam

Oleh : Fadli Hafizulhaq*(Dimuat di Singgalang, 23 Oktober 2011)             Angin meniupkan kabar bahwa Min si garin surau telah pulang keharibaan Tuhan. Kabar itu marak diperbincangkan warga sekitar sedari tadi pagi, ada wajah-wajah cerah, sedih, datar, rupa-rupa manakala kabar itu menggerayangi telinga. Pemuda itu diperkirakan remuk ditimpa reruntuhan. Maka hari itu juga mereka berbondong-bondong mendatangi …

Read moreDari Surau Tempat Min Bersemayam

Sepotong Bolu dan Sepasang Semut

            Semut gula kecil itu tak pernah menyangka bahwa kejadian seperti itu akan menimpanya. Biasanya aman-aman saja, tatkala kaki kecilnya bergerak cepat, lalu memanjat, hingga sampailah di puncak sebuah dataran tinggi yang belakangan ini ia tahu dari temannya bernama : Bolu.             Bolu-bolu, oh indahnya. Tapi jauh lebih indah taburan …

Read moreSepotong Bolu dan Sepasang Semut

Seperti Tentara

              Sudah beberapa kali Adi bolak-balik menuju kamarnya, naik keatas kasur dengan sprei BEN 10-nya, mengambil sebuah cermin bundar lalu memelototi bayangannya. Setelah sekian detik ia kembali meletakkan cermin bundar itu ditempat semula. Berjalan beberapa langkah keluar kamar, namun ditengah jalan keningnya berkerut, ada sesuatu yang mengganjal. Lantas, ia berbalik lagi menuju kamarnya, menaiki kasur …

Read moreSeperti Tentara

Sketsa Malam Kota Metropolitan

Nah, kemaren ni coba kirim cerpen buat Lomba CIpta Cerpen Pemuda Kemenpora…Dan alhamdulillah ndak menang…Alhamdulillah tahun depan bisa ikut lagi, insya Allah..Ya, cerpennya masih berantakan, haha.. maklum masih pemula…Silahkan dibaca..………..Angin bertiup lembut membawa segenap rasa rinduku. Semua canda tawa, perhatian, dan belai lembut kasih sayang dari mereka. Setiap bentakan, amarah, dan nasehat-nasehat yang menghujamku. Setiap …

Read moreSketsa Malam Kota Metropolitan