Lejitkan Bisnis Ritel dengan Omnichannel dan ASUS ExpertBook B5 Series

by | Mar 31, 2022 | Featured, review

Suatu sore, saya dan istri berencana untuk berhenti di sebuah swalayan yang berlokasi di jalan pulang kami dari kantor istri. Kami sudah memikirkan apa saja yang akan dibeli, tidak jauh dari kebutuhan rumah tangga.

Di perjalanan, saya begitu bersemangat, apalagi ada penjual martabak manis binaan swalayan tersebut di area parkirnya. Saya benar-benar suka martabak manis!

Namun sayang, saat kami telah sampai di dekat swalayan tersebut, swalayannya sudah tidak buka lagi alias tutup. Pun beberapa hari setelahnya, saat kami lewat di jalan yang sama, swalayan itu masih belum buka juga.

Saat itu saya membatin “wah berarti fenomena bergugurannya ritel ternyata tidak hanya terjadi pada ritel besar tapi juga pada ritel kecil”. Setelah saya coba telusuri, dugaan tersebut ternyata benar.

Dikutip dari idxchannel.com, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat sejak April 2020 hingga Juli 2021 sudah 2.000 toko ritel tutup atau gulung tikar. Hal ini juga menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja pada ratusan ribu tenaga kerja.

Ini terjadi tentu bukan tanpa sebab, sebab utamanya adalah persaingan dan digitalisasi—ditambah dengan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia akibat Covid-19 sejak awal 2020 lalu. Covid-19 mempercepat proses digitalitasi dan perubahan perilaku konsumen—sesuatu yang cepat atau lambat pasti akan terjadi juga.

Yang jelas, semua entitas bisnis menghadapi masalah dan pilihan yang sama. Khususnya bagi bisnis ritel, mereka harus memilih “go digital or die“. Sesuai betul dengan pernyataan Bill Gates yang terkenal itu: If your business is not on the internet, the your business will be out of business.

Namun apakah ada cara untuk survive di tengah persaingan yang semakin dinamis ini? Tentu saja ada, yuk baca lebih lanjut.

Startup Besar Merambah Dunia Ritel, Persaingan Jadi Semakin Dinamis

Ada sebuah pertanyaan yang ingin saya tanyakan pada pembaca. Jika Anda punya pilihan untuk belanja bulanan langsung ke toko atau melakukannya secara online, mana yang akan Anda pilih? Sebagian mungkin masih akan menjawab belanja langsung ke toko.

Tapi bagaimana kalau Anda bisa belanja bulanan secara online, barang-barang diantar ke tempat Anda, sudah begitu diberikan subsidi atau bahkan gratis ongkos kirim? Hayo, jadi pilih yang mana? Hmm, jawabnya di dalam hati saja.

Sebagian besar orang agaknya akan memilih untuk belanja secara online saja. Apalagi sekarang startup besar sudah buka layanan supermarket mereka sendiri, seperti marketplace berwarna oranye itu tuh. Mereka bahkan sering adakan promo ini dan itu. Wah, sebuah tawaran menarik bagi konsumen, bukan?

Tapi tunggu dulu, ada hal yang mungkin kita alpa atau lupa. Yaitu saat konsumen beralih pada ritel besar atau bahkan marketplace dengan layanan ritel, di saat yang sama ada ritel-ritel lain yang kehilangan pelanggannya. Termasuk ritel atau swalayan yang ada di sekitar tempat tinggal kita.

Mirisnya, ancaman ini tidak hanya menghadang ritel besar yang memiliki banyak modal dan beroperasi di bawah perusahaan, tapi juga ritel kategori UMKM (khususnya mikro dan kecil)—katakanlah toko kelontong.

Jika Anda pribadi atau kenalan Anda termasuk pengusaha ritel UMKM—atau bahkan ritel besar, Anda harus baca artikel ini hingga usai. Sebab setelah ini kita akan bicarakan strategi agar toko ritel bisa tetap bertahan, bangkit, dan bahkan bertumbuh di era digital. Kita butuh sebuah strategi strategi revolusioner yang dinamakan Omnichannel.

Infografis berjatuhannya bisnis ritel sejak pandemi (Vektor dari vectorpouch / Freepik)

Omnichannel Beri Peluang Bisnis Ritel untuk Tingkatkan Daya Saing

Bisnis ritel adalah jenis bisnis yang berhubungan langsung dengan pembeli akhir atau end user. Mereka menjual berbagai jenis barang secara eceran dan terkadang mungkin juga melayani pembelian grosir. Dengan kata lain, bisnis ritel sangat terpengaruh oleh perubahan perilaku konsumen serta persaingan harga dengan bisnis serupa.

Selain harus berhadapan dengan pemain besar serta marketplace—yang juga ingin mencicipi legitnya “kue” ritel, swalayan umum juga harus berhadapan dengan minimarket waralaba. Sehingga, jika mereka harus terus-menerus berperang dengan harga, mereka tidak akan bisa bertahan lama. Maka dari itu, sebuah strategi baru perlu dikembangkan, salah satunya strategi omnichannel tadi.

Omnichannel integrasikan kanal offline dan online

Gampangnya, omnichannel adalah strategi pemasaran yang menggunakan banyak kanal yang terintegrasi satu dengan lainnya. Ilustrasinya begini, ketika Anda mempromosikan produk di media sosial Instagram, kemudian seorang calon pembeli tertarik dan mengontak tim Anda melalui direct message. Namun kemudian, saat Anda ingin mem-follow up agar terjadi klosing, prospek tersebut menghilang.

Beberapa waktu setelah itu, seseorang mengontak tim Anda di platform marketplace. Ia menanyakan produk yang sama, namun masalahnya admin Instagram dengan admin toko di marketplace Anda berbeda, alhasil si calon pembeli harus mengkomunikasikan ulang apa yang ia cari. Hal ini bisa membuat keinginan membelinya jadi menghilang karena menilai toko tidak responsif.

Bayangkan, jika hal di atas terjadi pada bisnis Anda. Celakanya, tidak hanya satu-dua orang, tapi belasan hingga puluhan orang sehari. Potensi penjualan akan sangat turun, bukan?

Nah, strategi omnichannel akan membantu Anda untuk menghubungkan percakapan di satu kanal ke kanal lain dalam satu dasbor yang sama, sehingga kejadian seperti ilustrasi di atas bisa diatasi. Pada dasarnya, omnichannel memang diperuntukkan untuk bisnis ritel yang berhubungan dengan banyak konsumen setiap harinya.

Saat sebuah ritel menerapkan omnichannel, mereka bisa menerima pesanan konsumen dari kanal manapun. Mereka bisa mengirimkan setelah transaksi online terjadi, atau menyiapkan produk yang akan dijemput oleh konsumen ke gerai atau toko terdekat dari bisnis tersebut.

Strategi pemasaran apik ini sebenarnya bukanlah barang baru. Salah satu perusahaan besar yang telah sukses menggunakannya adalah Starbucks.

Starbucks mengembangkan aplikasi mobile yang di dalamnya terdapat store locator, gift card information dan program reward bagi anggotanya. Mereka mendekat pada pengguna dengan menawarkan berbagai hal menarik melalui aplikasi. Hal ini membuat konsumen bertahan karena mereka butuh untuk terus menggunakan aplikasi agar mendapatkan reward.

Selain itu, tentu saja pengguna aplikasi Starbucks bisa memesan melalui aplikasi itu. Aplikasi akan mengirimkan permintaan pada gerai terdekat dengan lokasi pengguna untuk menyiapkan pesanan. Akhirnya, pengguna bisa mengambil kopi favoritnya pada gerai tersebut. Sangat membantu pelanggan, bukan?

Strategi omnichannel dapat lebih membantu konsumen ketika berbelanja di ritel fashion. Konsumen bisa memilih dan memesan secara online, setelah itu penjual bisa keep atau menahan barang agar tidak dibeli konsumen lain. Kemudian, si pembeli tadi bisa datang ke toko untuk mencocokkan barang dan ukurannya. Jika ternyata ukurannya kurang pas, bisa dipilih size lain langsung di toko tersebut. Hal ini akan lebih meminimalisir retur karena kesalahan ukuran sebagaimana belanja full online.

Nah bagaimana? Strategi omnichannel ini sangat menarik untuk diaplikasikan pada bisnis ritel (atau jenis bisnis lainnya), bukan?

Infografis strategi pemasaran Omnichannel (diolah secara mandiri)

Jika Anda tertarik untuk menerapkan strategi pemasaran masa kini tersebut. Ada beberapa langkah yang perlu Anda persiapkan. Langkah-langkah ini memang membutuhkan sedikit usaha esktra, bagaimanapun sesuatu yang lebih besar mesti dicapai dengan usaha yang lebih pula, bukan?

Anda bisa memulai omnichannel dengan membuat daftar semua kanal yang Anda punya. Datalah apa saja media sosial yang bisnis Anda punya, dari semua media sosial tersebut mana saja yang paling sering digunakan konsumen untuk menghubungi Anda.

Selain itu, membuat website toko ritel juga sangat membantu, itu seperti memiliki toko online yang bisa buka selama 24 jam penuh.

Di samping itu, jika ritel Anda adalah mitra layanan ojek online (seperti GoMart dan GrabMart) itu juga merupakan kanal yang harus diintegrasikan. Termasuk juga jika Anda punya reseller atau dropshipper, intinya semua kanal offline dan online yang Anda miliki harus didata terlebih dahulu.

Selanjutnya, cobalah membuat katalog online dari produk-produk Anda, buat juga database produk lengkap dengan deskripsi dan panduannya sebagai pedoman bagi karyawan dan tentu bagi Anda sendiri. Perbaharui sisa stok secara berkala (bisa manual atau by system) agar konsumen bisa tahu produk tertentu ada atau tidak.

Nah, terakhir, buatlah sebuah sistem serta standar prosedur operasional dalam menggunakan berbagai kanal yang Anda integrasikan dalam omnichannel.

Jika ingin lebih praktis, Anda bisa menggunakan layanan platform omnichannel. Ada cukup banyak platform omnichannel saat ini. Cukup berlangganan layanan mereka untuk mengakses berbagai kanal dalam satu dasbor. Pun jika tidak ingin berlangganan, Anda bisa membuka berbagai kanal tadi dalam satu perangkat. Kedua pilihan tadi mutlak membutuhkan satu hal, yaitu perangkat keras seperti laptop yang mumpuni dan menunjang mobilitas.

Bagaimanapun sebuah perangkat keras seperti laptop sangat dibutuhkan dalam proses digitalitasi bisnis. Dan laptop terbaik untuk bisnis tentu saja laptop yang memang didesain untuk bisnis itu sendiri.

Kabar baiknya, baru-baru ini ada laptop bisnis mumpuni yang bisa membantu kita menjalankan sistem pemasaran omnichannel tadi. Laptop itu adalah ASUS ExpertBook B5 Series yang siap lejitkan bisnis ritel atau apapun jenis bisnis Anda. Mari kita bahas lebih lanjut. 

ASUS ExpertBook B5 Series dan Kemampuannya Tunjang Produktivitas Bisnis

Sebuah laptop adalah perangkat yang sangat penting bagi sebuah bisnis. Baik bisnis berupa perusahaan besar hingga bisnis berskala UMKM. Apalagi setelah gelombang digitalisasi dan pandemi memaksa bisnis harus go digital.

Agaknya hal inilah yang mendorong ASUS menciptakan seri ExpertBook yang ditujukan bagi kalangan pebisnis. ASUS sendiri secara berkala menghadirkan varian baru dari ExpertBook, belum lama ini mereka memperkenalkan ASUS ExpertBook B5.

Laptop ExpertBook anyar tersebut hadir dalam dua bentuk yaitu clamshell (layaknya laptop pada umumnya) dan convertible atau flip (laptop yang dapat diputar 360° sehingga berfungsi layaknya tablet).

Secara keseluruhan, ExpertBook B5 mampu menjadi perangkat andalan dalam membantu produktivitas bisnis. Baik performa, bobot, keamanan, dan sebagainya. Ia menjadi perangkat yang dapat diandalkan pasca pandemi covid-19 ini.

Namun agar lebih jelas, kita akan bahas poin-poin tersebut. Tepatnya beberapa alasan mengapa ExpertBook B5 sangat cocok untuk melejitkan bisnis ritel dan jenis bisnis lainnya.

ASUS ExpertBook B5

Performa dan Dapur Pacu Mumpuni

Performa dari perangkat adalah salah satu hal terpenting yang mesti kita perhatikan. Berbagai pekerjaan tentu dapat diselesaikan dengan baik jika didukung oleh peralatan terbaik. Strategi pemasaran omnichannel pun begitu. Saat kita harus mengintegrasikan semua kanal dan berinteraksi dengan pelanggan, kita mutlak butuh perangkat yang dapat diandalkan.

ASUS ExpertBook B5 menyuguhkan dapur pacu mumpuni untuk menyokong berbagai kebutuhan bisnis. Laptop bisnis ASUS ExpertBook B5 sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xᵉ graphics.

Untuk prosesornya, Intel® Core™ i7-1165G7, mampu bekerja dengan clock speed 2,8 GHz dan dapat ditingkatkan hingga 4,7 GHz. Prosesor canggih tersebut ditemani oleh RAM tipe DDR4 3200MHz dengan kapasitas 16GB, kapasitasnya bisa ditingkatkan hingga 48GB.

Kemudian, Intel® Iris® Xᵉ graphics membuat pengguna dapat menjalankan pekerjaan multimedia dengan lancar. Tidak hanya cocok untuk menjalankan berbagai perangkat lunak bisnis, kartu grafis terintegrasi tersebut juga mampu mendukung tampilan hingga 1080p 60 FPS.

Hal ini dapat memberikan pengalaman bermain game yang asyik. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan ExpertBook B5 untuk berhibur sebab ia juga mendukung layar hingga 8K dan teknologi mutakhir untuk streaming video dengan lancar.

Satu lagi, berkaitan dengan performa, ExpertBook B5 hadir dengan penyimpanan PCIe SSD dengan kapasitas yang dapat ditingkatkan hingga 2TB. Sebuah kombinasi dapur pacu yang mumpuni dan premium, bukan?

Intel® Core™ i7-1165G7

Mampu bekerja dengan clock speed 2,8 GHz dan dapat ditingkatkan hingga 4,7 GHz

Intel® Iris® Xᵉ graphics

Mampu menampilkan grafis yang imersif baik untuk bekerja maupun bermain game dan menonton

RAM DDR4 3200MHz up to 48GB

Memungkinkan berbagai perangkat lunak dapat dijalankan dengan baik dan optimal

SSD NVMe™ PCIe® 3.0 up to 2TB

Mampu mentransfer data dengan sangat cepat, kecepatan bisa mencapai 3,5 GB/s

Kaya Akan Konektivitas Terbaik

Berkembangnya era digital membuat bisnis berhadapan dengan pilihan “go digital or die”. Sebagaimana yang sudah kita bahas sebelumnya, omnichannel adalah strategi pemasaran yang butuh konektivitas terbaik. Bagaimana tidak, kita harus mengintegrasikan berbagai kanal online dan offline dalam satu waktu.

Beruntungnya, ASUS ExpertBook B5 mampu menghadirkan pilihan konektivitas terbaik di kelasnya. Mulai dari konektivitas nirkabel yang sudah mengandalkan Wi-Fi 6. Teknologi ini mampu memberikan koneksi yang lebih cepat dan stabil, bahkan hingga 3 kali dari versi sebelumnya. Wi-Fi 6 tidak sendirian, ia ditemani oleh Bluetooth 5.0 (dual band) 2*2 sebagai sambungan nirkabel lainnya yang juga merupakan versi terbaru dari Bluetooth.

Sementara itu, tersedia juga berbagai port I/O yang bisa kita gunakan sesuai kebutuhan. Ada USB Type-A, HDMI, audio port 3.5mm, serta gigabit ethernet melalui Micro HDMI. Tersedia juga 2 buah port USB Type-C Thunderbolt 4 yang memiliki kecepatan transfer data hingga 40Gbps. Port tersebut juga dapat berfungsi sebagai port pengisian daya serta display output dengan dukungan resolusi hingga 8K. Terakhir, ada slot Kensington lock untuk memasang gembok khusus agar laptop aman dari pencurian.

I/O port pada ASUS ExpertBook B5 / B5302C (Foto dari situs resmi ASUS)

Ringkas, Dukung Mobilitas Tanpa Batas

Seorang pebisnis umumnya memiliki mobilitas yang tinggi, ia tidak melulu berdiam di suatu tempat tapi berkunjung ke tempat lain dan bertemu dengan berbagai orang penting. ASUS paham betul bahwa laptop bisnis haruslah ringkas, mereka juga mewujudkannya pada seri ASUS ExpertBook B5 ini.

Bobot laptop ini hanya 1,11 kg dengan dimensi 30.90 x 21.06 x 1.69 cm, sangat tipis untuk ukuran laptop bisnis dengan kemampuan komputasi yang mumpuni. Di samping itu, bodi laptop juga terbuat dari material berkualitas dengan durabilitas tinggi.

Bagian belakang layar dan bodi bawahnya menggunakan bahan paduan magnesium-aluminium yang kokoh namun ringan. Kekokohan atau ketangguhan ASUS ExpertBook B5 telah teruji dengan lolos pengujian ekstrem berstandar militer AS (MIL-STD 810H). Standar ini berlaku baik untuk ExpertBook B5 model clamshell (B5302CEA) dengan layar yang bisa dibuka hingga 180⁰ maupun convertible (B5302FEA) dengan layar yang dapat kita putar hingga 360⁰.

Ringkas dan tangguhnya ExpertBook B5 membuatnya sangat dapat diandalkan untuk kebutuhan bisnis hingga penggunaan sehari-hari.

Betah Kerja dengan Layar OLED dan Baterai Panjang

Pengguna juga tidak perlu khawatir berlama-lama bekerja di depan ExpertBook B5, pasalnya layar laptop ini sudah menggunakan teknologi layar ASUS OLED atau Organic Light Emitting Diode. Layar OLED dapat menghasilkan visual dengan warna yang kaya serta akurat. Dan yang tidak kalah penting adalah layar OLED mereduksi sinar biru sehingga mata tidak cepat lelah dan tidak merusak kesehatan mata. Hal itu dapat dilakukan dengan fitur ASUS OLED bernama Eye Care. Fitur tersebut akan mengurangi spektrum cahaya biru secara drastis tanpa mengorbankan kualitas visual yang dihasilkan.

Lebih jauh nih, ASUS OLED memiliki gamut warna 100% DCI-P3 serta telah memiliki sertifikasi PANTONE Validated Display. ASUS OLED pada ExpertBook ini juga mendapatkan 2 sertifikasi lain, yaitu VESA DisplayHDR True Black sebagai sertifikasi atas teknologi HDR yang didukungnya serta sertifikasi TÜV Rheinland untuk low-blue light dan anti-flicker.

Semua teknologi layar ini membuat ExpertBook sangat cocok tidak hanya untuk bisnis, tetapi juga untuk konten kreator dan berbagai profesi lainnya. Tidak perlu khawatir lagi akan kesehatan mata saat bekerja dalam waktu yang lama.

Oh ya, andalnya ExpertBook B5 tidak hanya pada bodi, layar, hingga dapur pacu, laptop bisnis premium ini juga didukung oleh baterai dengan kapasitas besar. Laptop ini menggunakan baterai 4-cell Li-ion dengan kapasitas 66WHrs. Dalam satu kali pengisian daya, ExpertBook B5 mampu bertahan hingga 14 jam.

Kemampuan daya tahan baterai tersebut juga didukung oleh Intel® Evo™ Platform dari prosesornya, teknologi ini dapat memperpanjang daya tahan baterai dan mendukung isi ulang cepat melalui port USB Type-C.

Siap Dukung Bisnis dengan Fitur yang Lengkap

Selain apa yang sudah saya ulas di atas, masih banyak fitur ExpertBook B5 yang siap mendukung kegiatan bisnis. Anda bisa tampil dengan maksimal saat sedang melakukan rapat online berkat dukungan kamera 720p HD.

ExpertBook B5 juga dilengkapi dengan two-way AI noise-cancelling. Fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) ini dapat mengenali dan menghilangkan berbagai jenis suara bising (noise) ketika penggunanya melakukan conference call. Hebatnya lagi, ia tidak hanya berlaku satu arah pada mikrofon di ExpertBook B5, akan tetapi juga dapat mengeliminasi bising dari lawan bicara. Conference call bisa berjalan dengan nyaman di berbagai situasi.

Di sektor keamanan, laptop ini telah menggunakan chip TPM (Trusted Platform Module) yang berfungsi sebagai pelindung berbagai data dan informasi penting. TPM 2.0 pada ExpertBook B5 akan memproses data secara terenkripsi. Gampangnya, seluruh data pada ASUS ExpertBook B5 akan terenkripsi dan hanya bisa digunakan di satu perangkat saja.

Lebih lanjut, terdapat juga dukungan software MyASUS yang membuat ExpertBook B5 dapat kita hubungkan pada perangkat lain. MyASUS memiliki berbagai fitur, beberapa di antaranya adalah file transfer, screen expander, remote file access dan sebagainya.

Dengan kata lain, MyASUS bukanlah sekadar bloatware atau aplikasi bawaan semata. Selain itu, ExpertBook B5 juga sudah disertai dengan Windows 11 Pro original yang memang diciptakan untuk kalangan pebisnis dan profesional.

Bagaimana, tertarik untuk memiliki laptop bisnis premium nan mumpuni ini? Fitur-fitur lainnya pada ExpertBook B5 saya sertakan pada tabel spesifikasi di bawah ya.

Main Spec.ASUS ExpertBook B5 (B5302CEA)ASUS ExpertBook B5 Flip (B5302FEA)
CPUIntel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)Intel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)
Operating SystemWindows 11 ProWindows 11 Pro
MemoryUp to 48GB DDR4 3200MHz RAMUp to 48GB DDR4 3200MHz RAM
StorageUp to 2TB PCIe SSD with RAID SupportUp to 2TB PCIe SSD with RAID Support
Display13,3" (16:10) OLED Full-HD (1920x1080) 400nits DCI-P3:100% NanoEdge display, PANTONE Validated Display, VESA TrueBlack HDR, TÜV Rheinland eye care certified, 92% screen to body ratio13,3" (16:10) OLED Full-HD (1920x1080) 400nits DCI-P3:100% NanoEdge display, PANTONE Validated Display, VESA TrueBlack HDR, TÜV Rheinland eye care certified, 92% screen to body ratio, touchscreen with pen support
GraphicsIntel® Iris Xᵉ GraphicsIntel Iris Xᵉ Graphics
Input/Output1x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 supports display / power delivery, 1x HDMI 2.0b, 1x micro HDMI (RJ45 LAN), 1x 3.5mm Combo Audio Jack1x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 supports display / power delivery, 1x HDMI 2.0b, 1x micro HDMI (RJ45 LAN), 1x 3.5mm Combo Audio Jack
Camera720p HD camera720p HD camera
ConnectivityWi-Fi 6 (802.11ax) + Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2Wi-Fi 6 (802.11ax) + Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
AudioBuilt-in speaker, Built-in array microphone, Cortana supportedBuilt-in speaker, Built-in array microphone, Cortana supported
Battery66WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion66WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension30.90 x 21.06 x 1.69 ~ 1.69 cm30.90 x 21.06 x 1.69 ~ 1.69 cm
Weight1.11kg1.11kg
ColorsBlackBlack
PriceStart from Rp22.XXX.XXXStart from Rp21.XXX.XXX
Warranty2 tahun garansi global with optional warranty upgrades2 tahun garansi global with optional warranty upgrades

Tidak Hanya untuk Omnichannel, ASUS ExpertBook B5 Cocok untuk Kegiatan Bisnis Lainnya

Saat era digital semakin berkembang, entitas bisnis skala apapun menghadapi pilihan yang sama: melakukan digitalisasi atau tidak berkembang. Semua sektor bisnis sekarang dapat disentuh oleh teknologi digital, baik dalam hal produksi apalagi pemasaran. Dan omnichannel adalah strategi pemasaran yang lahir dari berkembangnya dunia digital itu sendiri.

Omnichannel mungkin memang hal yang baru bagi sebagian besar dari kita, tetapi ia sudah cukup lumrah dibahas di dunia bisnis. Dengan strategi tersebut, sebuah entitas bisnis bisa berinteraksi secara lebih dekat dengan pelanggan, yang ujungnya akan berdampak pada naiknya nilai merek dan penjualan.

Namun sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, agar bisa menjalankan omnichannel dengan maksimal, bisnis butuh perangkat mumpuni, salah satunya adalah laptop. ASUS ExpertBook B5 series adalah pilihan terbaik untuk mengintegrasikan semua kanal pemasaran secara digital dalam kerangka omnichannel itu.

Dapur pacunya mumpuni dan layarnya OLED-nya bisa buat kerja tetap nyaman meski durasinya lama. Di samping itu, ExpertBook juga sudah dibekali dengan Windows 11 Pro yang siap menemani aktivitas bisnis Anda. Termasuk semua fitur premium dan lengkap lainnya yang tidak kalah berguna. ASUS memberikan garansi selama 2 tahun untuk ExpertBook B5 series.

Lebih dari itu, ASUS ExpertBook B5 series tidak hanya cocok untuk menjalankan strategi omnichannel tetapi juga mendukung berbagai aktivitas bisnis hingga aktivitas sehari-hari seperti berhibur dan segala macamnya. Laptop yang layak untuk menemani kita di hari kerja maupun akhir pekan.

Bagaimana? Tertarik untuk memiliki ASUS ExpertBook B5 series atau mempelajarinya lebih lanjut? Yuk pelajari lebih jauh di laman informasi produk di website resmi baik untuk ExpertBook B5 model clamshell maupun convertible. Pandemi telah mereda, babak baru dalam produktivitas bisnis sudah menunggu Anda.

Referensi:

error: Konten dilindungi