Cerpen

Syahdan Ketika Kehilangan Ara

Ilustrasi dari kumpulanfiksi.wordpress.com Syahdan kehilangan Ara di saat pagi menyinsing kediamannya yang sunyi. Anak yang ia temukan setahun silam lepas kebakaran pasar, yang menangis tersedu-sedu tak dapat bicara itu, hilang entah kemana tanpa kabar atau semacam surat seperti yang Syahdan lihat dalam adegan-adegan di televisi. Syahdan kalang kabut. Ia mencari Ara di setiap sudut kediamannya, …

Read moreSyahdan Ketika Kehilangan Ara

Sepotong Bolu dan Sepasang Semut

Semut gula kecil itu tak pernah menyangka bahwa kejadian seperti itu akan menimpanya. Biasanya aman-aman saja, tatkala kaki kecilnya bergerak cepat, lalu memanjat, hingga sampailah di puncak sebuah dataran tinggi yang belakangan ini ia tahu dari temannya bernama : Bolu. Bolu-bolu, oh indahnya. Tapi jauh lebih indah taburan meses diatasnya, hingga semut kecil itu hendak …

Read moreSepotong Bolu dan Sepasang Semut

Pada Suatu Subuh

                           Lelaki tua ituPanjul namanya, orang-orang memanggilnya begitu, tapi sebenarnya namanya bukanlah itu, hanya sebuah gelar yang diberikan orang-orang yang ia sendiri tidak tahu dari mana datangnya gelar itu. Nama terangnya adalah Muhammad Sabri, sebuah nama yang indah,meski bukan ia seorang bernama demikian …

Read morePada Suatu Subuh

Sayap yang Mengembara

Dia tidak di rumah, jawabku, tatkala seorang perempuan muda mengetuk pintu dan menanyakan padaku adakah Arni di rumah. Aku tidak mengenal wajah perempuan itu, mungkin kawan Arni yang baru, aku tahu ia mempunyai banyak kawan. Ia mudah bersahabat dengan orang lain hingga seringkali ia menghilang tanpa diketahui, yang kutahu hanyalah ia mempunyai banyak tempat untuk …

Read moreSayap yang Mengembara

Nelayan yang Takut Melaut

Tepat sepuluh menit sebelum jam dua siang dia datang ke rumahku lalu tanpa dipersilakan mengambil duduk di kursi tamu, raut wajahnya masam-masam kepundung. Aku ikut duduk tanpa protes akan kedatangannya yang tanpa mengucap salam itu. Kuperhatikan dia sekali lagi, tubuhnya tampak layu, lebih layu dari biasanya saat dia berkunjung. Kupastikan dia tengah bermasalah, masalah yang …

Read moreNelayan yang Takut Melaut

Tentang Rindu dan Rerintik Hujan

            Malam ini hujan turun lagi dan Fatimah tercenung lagi. Di benak perempuan itu berkelabat bayang-bayang tentang siang tadi yang begitu garang, langit begitu terang seolah awan tiada mengandung hujan. Kain jemuran Fatimah dapat juga kering setelah sebelumnya terampai lembab di tetali plastik yang menggantung di dinding-dinding dapur. Namun selepas …

Read moreTentang Rindu dan Rerintik Hujan