10 Sunnah Idul Fitri yang Sayang Untuk Ditinggalkan

sunnah idul fitri

Menurutmu, apa yang paling erat kaitannya dengan momen hari raya Idul Fitri? Apakah baju baru, tunjangan hari raya, ketupat atau hal lainnya? Memang benar beberapa hal tadi itu sangat erat kaitannya dengan Idul Fitri, namun itu hanyalah bagian dari budaya atau kalau dalam bahasa Arabnya disebut ‘urf. Artinya, selama ia tidak bertentangan dengan syari’at, ia boleh untuk dilakukan.

Ya, baju baru, ketupat dan sebagainya di hari lebaran adalah bagian dari budaya yang dihukumi boleh. Boleh atau mubah adalah perkara yang tidak mendatangkan pahala, jika tidak mendatangkan dosa andai dikerjakan dengan semestinya.

Namun, di samping budaya-budaya tadi, sebenarnya ada banyak lho hal yang bisa kita lakukan saat Idul Fitri tiba, yang mana hal tersebut termasuk dalam sunnah hari raya Idul Fitri itu sendiri. Nah, inilah yang akan kita bahas dalam kesempatan kali ini. Disimak ya.

Sunnah Saat Idul Fitri

Beberapa hal di bawah ini dikatakan sunnah karena memang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Artinya, jika kita mengerjakannya maka kita akan mendapatkan pahala, jika tidak mengerjakannya kita tidak akan berdosa, hanya saja kita melewatkan kesempatan besar untuk mendapatkan kebaikan, keberkahan dan pahala dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Oleh karena itu, yuk usahakan untuk melakukan beberapa sunnah di bawah ini:

Menyemarakkan takbiran

Takbiran bukanlah sebatas tradisi untuk menyambut hari lebaran, melainkan adalah sunnah yang bisa dikerjakan. Takbiran sendiri bisa dilakukan ketika matahari di hari terakhir Ramadhan telah terbenam. Artinya, dalam hitungan kalender Qomariyah (Hijriyah), hari telah berganti ke 1 Syawal.

Kamu bisa ikut serta mengikuti takbiran di mesjid atau mushalla jika kamu adalah seorang laki-laki, namun jika kamu perempuan, kamu bisa menyemarakkan takbir dari rumah saja. Lebih lanjut, takbiran juga dapat dilakukan saat berjalan ke mesjid untuk sholat sunnah Idul Fitri. Namun karena pertimbangan kondisi saat ini, kamu bisa melakukannya sebelum shalat Idul Fitri di rumah bersama keluarga.

Baca juga : Singkirkan Keraguan dengan Bertanya di Fitur Q&A Umma

Mandi sebelum berangkat sholat Id

Satu sunnah lainnya yang dapat dilakukan di Idul Fitri adalah mandi saat ingin berangkat sholat Id. Mandi di waktu tersebut dihukumi sunnah, sama halnya dengan mandi pada hari Jum’at (sebelum berangkat sholat Jum’at). Adapun tata cara mandinya sama dengan mandi biasanya, hanya beda pada niatnya. Untuk niat, cukup dalam hati bahwa kita mandi untuk melaksanakan salah satu sunnah di hari Idul Fitri.

Memakai pakaian terbaik untuk sholat Id

Nah, mungkin dari sini muncul budaya beli baju baru di hari lebaran itu kali ya. Ketika Idul Fitri tiba, kita disunnahkan untuk mengenakan pakaian terbaik untuk sholat Id. Ingat ya, terbaik bukan baru, hanya saja mungkin orang beranggapan kalau pakaian terbaik itu adalah pakaian baru.

Kamu bisa mengenakan pakaian lama yang masih bagus dan terbaik menurutmu. Tapi mesti diingat bahwa pakaian tersebut hendaknya pakaian yang cocok untuk dikenakan untuk sholat, seperti baju muslim dan sebagainya. Adapun sunnah mengenakan pakaian terbaik ini dijelaskan dalam sebuah hadits berikut.

Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya” (HR. Hakim)

Mengenakan minyak wangi

Selain mengenakan pakaian terbaik, pada hari Idul Fitri, juga disunnahkan untuk mengenakan wewangian saat hendak berangkat sholat Id. Namun yang perlu diperhatikan, kenakan wewangian dengan secukupnya. Jangan sampai wangi kita malah menjadi fitnah dan merusak kekhusyukan sholat jama’ah lainnya. Dan sunnah memakai wewangian ini sebaiknya tidak dilakukan oleh perempuan ya, karena dalam kajian fiqh, perempuan tidak diperbolehkan mengenakan wewangian saat keluar rumah.

Makan sebelum sholat Id

Ketika saya kecil saya diajari oleh orang tua untuk makan dulu sebelum berangkat sholat Id, dan ketika saya mulai tumbuh dewasa, saya baru tahu kalau itu adalah salah satu sunnah Idul Fitri. Makan pagi sebelum sholat Id juga menjadi pertanda bagi umat Islam bahwa mereka sudah tidak berpuasa lagi setelah sebulan penuh berpuasa. Jadi yuk kita usahakan makan meski sedikit.

Kamu bisa makan apa saja, bisa saja ketupat jika memang tersedia atau beberapa makanan lain seperti makanan khas daerahmu–yang mungkin sangat jarang ditemukan di luar lebaran. Terus, jangan sampai terlalu kenyang ya, kan gak asik juga mengantuk saat shalat Id dan khutbahnya.

Berangkat shalat Idul Fitri secepat mungkin

Sunnah Idul Fitri lainnya adalah mengawalkan waktu untuk berangkat ke mesjid atau lapangan tempat shalat Id diadakan. Selain karena ini adalah sunnah, kamu juga dapat memilih shaf terdepan ketika kamu berangkat lebih awal ke tempat shalat. Sembari menunggu shalat Id diselenggarakan, kita bisa mengumandangkan takbir.

Berangkat dan pulang shalat Id dengan jalan berbeda

Satu sunnah Idul Fitri lainnya adalah berangkat dan pulang dari tempat shalat dengan menempuh jalan yang berbeda. Namun jika memang jalan yang ada cuma satu, usahakan untuk berangkat ke mesjid atau lapangan shalat Id dengan berjalan kaki, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat sholat Id dengan berjalan kaki.

Mengajak wanita dan anak-anak

Jika kamu adalah kepala keluarga, ajak juga istri dan anak-anak untuk melaksanakan sholat Id. Atau jika kamu adalah seorang kakak, kamu bisa mengajak serta adik-adikmu. Perempuan yang tengah haid pun boleh diajak ke mesjid atau lapangan, sebab meskipun mereka tidak bisa sholat, mereka bisa mendengarkan khutbah dari pinggir atau tepi tempat sholat atau di pekarangan mesjid.

Mengucapkan selamat hari raya

Sunnah Idul Fitri selanjutnya adalah dianjurkan untuk mengucapkan selamat hari raya antar sesama muslim. Ucapan yang benar adalah taqobbalallahu minna wa minkum… bukan minal aidin wal faidzin ya. Adapun ucapan selamat hari raya tersebut adalah sebuah doa semoga amal ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan diterima oleh Allah ‘Azza wa Jalla.

Nah, itulah beberapa sunnah Idul Fitri yang sangat sayang untuk dilewatkan. Untuk sholat Idul Fitri sendiri memang juga termasuk sunnah, tetapi sebagian ulama mengatakan bahwa sholat Id adalah wajib, sedang sebagian lainnya mengatakan sunnah muakkad–artinya sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Jadi, sebaiknya memang tidak ditinggalkan, bukan? Apalagi sholat Idul Fitri hanya bisa dilakukan setahun sekali.

Nah, itulah pembahasan kita kali ini. Semoga yang sedikit ini bisa menambah khasanah kita tentang Islam dan bisa sama-sama kita laksanakan. Wallahu a’lam bish showab.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *