Saya pastikan bahwa beberapa hari ini–puncaknya kemarin–mahasiswa se-Indonesia benar-benar tersengat lantaran kabar “duka” yang datang dari ibukota. Panas memang telinga ini mendengar saudara kami mahasiswa dizhalimi. Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tanpa pikir panjang keluarkan Surat Keputusan (SK) tentang Drop Out (DO) kepada Ronny Setiawan, Ketua BEM UNJ, yang melancarkan kritik kepada Sang Rektor. Namun bagaimana sebenarnya kronologis kejadian ini?

Tadi malam (5/1) saudara Ahmad Firdaus selaku Komandan GreenForce UNJ yang mengkoordinir gerakan mahasiswa mengkritik rektor itu membuat sebuah petisi online di situs change.org. Dalam petisi tersebut juga dilampirkan kronologis lengkap hingga SK DO tersebut dijatuhkan. Ahmad Firdaus mengajak untuk mendesak rektor UNJ untuk mencabut SK DO atas Ronny Setiawan dengan mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu.

Selamatkan Gerakan Mahasiswa #SaveRonny

Berikut link petisi yang bisa kamu isi: https://www.change.org/p/rektor-unj-cabut-sk-do-rektor-unj-selamat-ronny-setiawan. Ketika artikel ini ditulis petisi tersebut sudah ditanda tangani oleh 17ribu orang lebih. Jumlah yang bisa dibilang fantastis lantaran petisi tersebut baru dikeluarkan baru tadi malam. Petisi ini ditujukan kepada Universitas Negeri Jakarta REKTOR UNJ, KEMENRISTEKDIKTI, Komisi X DPR RI, Komnas HAM RI

Insiden Ini Membuat Mahasiswa Geram

Saya pribadi terus memantau linimasa media sosial, terutama Facebook, semalam hingga pagi ini dipenuhi dengan dukungan terhadap Ronny dan desakan kepada rektor UNJ. Tautan berita mengenai insiden DO mahasiswa karena mengkritik rektor ini sudah dibagikan hingga ribuan kali. Komentar mahasiswa dan masyarakat (peduli mahasiswa) benar-benar beragam. Ada yang menulis “Terimakasih sudah membangunkan kami” serta hal-hal yang mengkritisi keputusan sewenang-wenang dari rektor UNJ tersebut. Saya tertarik dengan komentar terpopuler di petisi yang saya tautkan di atas.
Salah Satu Komentar Terpopuler di Petisi #SaveRonny via change.org

Selamatkan Ronny, Selamatkan Gerakan Mahasiswa

Pemutusan status kemahasiswaan saudara Ronny Setiawan adalah sebuah bentuk pencideraan terhadap gerakan mahasiswa. Mahasiswa yang notabene adalah agent of change yang memiliki fungsi social control sudah merupakan kewajiban mereka untuk bersuara lantang atas ketidakadilan. Suara-suara mereka adalah suara-suara rakyat. Runtuhnya Orde Baru menjadi permulaan Indonesia menjadi negara demokrasi yang menjunjung kebebasan berpendapat. Dalih pemutusan status mahasiswa Ronny atas dasar tuduhan pencemaran nama baik di media sosial benar-benar tidak berdasar.
SK tentang DO tersebut adalah wujud bahwa di Indonesia ini masih saja ada orang-orang tua yang belum bisa move on dari sistem lama dan memiliki hati yang sempit untuk menerima kritik. Sehingga jangan salahkan apabila publik menilai kesewenangan tersebut terjadi sebagai bentuk tidak langsung “pengakuan” akan kebenaran tuduhan yang dilancarkan oleh mahasiswa. Mereka terusik dan lalu mereka menggunakan ke-superior-an mereka. Mahasiswa ini apalah, cuma anak-anak muda yang mereka kira akan gentar dengan ancaman. Tapi nyatanya, mental kami tidak sekecil itu.
Suara-suara dukungan kepada Ronny terus mengalir hingga hari ini dan mungkin tidak akan berhenti sampai permasalahan ini selesai. Konon, aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) sedang mencanangkan “operasi penyelamatan” terhadap saudara mereka (Ronny) yang haknya dikebiri. Kita tunggu dan dukung sepenuhnya.

Ulah Media Sosial, Hashtag #SaveRonny Bertengger di Trendic Topic Twitter Hingga Pagi Ini

Di beberapa kurun waktu belakangan media sosial telah menjelma menjadi media alternatif. Media orang-orang kecil yang tidak punya kekuasaan maupun kekuatan finansial. Media sosial muncul sebagai media perlawanan saat media-media besar di sana sudah jauh dari kenetralan. Saat media-media di sana tidak akan bergerak tanpa permintaan (atasan atau pengiklan). BEM SI dan mahasiswa serta masyarakat pro-mahasiswa bergerak dengan swadaya mereka sendiri. Berita yang dikemas dengan hashtag #SaveRonny ini menutupi berita tentang Sang Hakim Pelawak yang santer dibagikan kemarin dan hari-hari sebelumnya. Para netizen mengolah #SaveRonny seapik mungkin sehingga menjadi Trending Topic di Twitter dari malam tadi hingga pagi ini.
Bukti TTI
Tidak cukup hanya di Twitter, seseorang juga sudah membuat Meme yang direspon luar biasa oleh pengguna situs Meme terbesar di indonesia 1cak.com dengan judul “Jangan Kritik Petinggi Kampus, Entar Di DO“. Hal yang menarik di sini adalah, biasanya komentar diisi dengan guyonan ala anak muda namun ketika isu ini disebar komentarnya pada serius semua. Tautannya: http://1cak.com/1575103
Meme tentang #SaveRonny via 1cak.com

Apa yang Bisa Kita Lakukan Sebagai Bentuk Kepedulian?

Terakhir, rasanya perlu untuk membahas hal apa yang bisa kita lakukan untuk membantu saudara kita Ronny agar Sang Rektor mau mencabut keputusannya dan dikembalikannya hak mahasiswa Ronny Setiawan. Menimbang kita tidak punya kekuasaan (kecuali kalau bapak kamu menteri atau orang penting KOMNAS HAM dan segala lembaga terkait lainnya), kita hanya bisa membantu mengabarkan ketidakadilan ini kepada khalayak ramai. Bagikanlah berita-berita terkait biar orang lain tahu bahwa di UNJ sana, di ibukota sana seorang mahasiswa dikebiri haknya karena mengkritik rektor yang padahal itu sudah haknya mahasiswa. Kamu juga bisa mengisi petisi yang saya tautkan di atas. Bisa juga dengan ngetweet dengan hashtag #SaveRonny. Intinya, mari kita tunjukkan kepedulian kita sembari berdoa semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk saudara kita Ronny Setiawan, Ahmad Firdaus serta rekan-rekannya. Semoga Tuhan perkuat dan perteguh mahasiswa se-Indonesia agar berani bicara melawan ketidak adilan. Salam Mahasiswa!

Update: Melalui perantara anggota DPR RI akhirnya saudara Ronny berserta Rektor dan beberapa pejabat lainnya telah duduk berunding dan memutuskan untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan demi menjaga nama baik UNJ khususnya, pendidikan tinggi Indonesia umumnya. Hasil pertemuan tersebut Rektor bersedia mencabut SK tentang DO atas Ronny dan sebaliknya Ronny meminta maaf kepada Rektor. Dalam pertemuan ini mereka berdua berpelukan.

Pun surat penyataan ini menyudutkan BEM UNJ tapi setidaknya ada progress

Untuk petisi itu sendiri sudah ditanda tangani oleh 48ribu orang lebih. Hashtag #SaveRonny juga dibahas di salah satu program berita Metro TV, dibawah ini videonya.

Terimakasih untuk semua yang sudah peduli, desakan netizen memberi dorongan yang besar hingga kasus ini menemukan titik terang. Ke depan, semoga tidak ada lagi kasus serupa. Mengutip postingan Fahri Hamzah “seharusnya kampus bangga punya mahasiswa-mahasiswa kritis”. Sudah jalan hidup mahasiswa untuk berpikir kritis, sudah jalan juang mereka. Untuk para mahasiswa jangan takut untuk bersuara. Lantangkan suara, selamatkan Indonesia.

Note: bagi yang ingin tahu berita terbaru barangkali bisa pantau di fanpage mahasiswa UNJ ini https://web.facebook.com/unjkita/. Salam.

error: Konten dilindungi