Merancang Jalan Sukses Bangun Sekolah Digital dengan Teknologi Cloud Computing

oleh | Apr 30, 2021 | Featured

Suatu hari, di sebuah percakapan santai, saya pernah mengatakan pada istri bahwa di masa yang akan datang, insyaa Allah, saya ingin mendirikan lembaga pendidikan seperti sekolah. Saya bersemangat dan optimis sekali waktu itu.

Tapi, tahukah Anda bahwa mengungkapkan resolusi atau impian pada orang lain—apalagi pada orang yang sudah pasti sangat mendukungnya—justru akan memperkecil kemungkinan terwujudnya?

Fakta dibalik pernyataan itu adalah adanya kepuasan psikologis saat orang lain memuji resolusi atau rencana Anda.

Saat menerima pujian atau dukungan, otak kita dikelabui oleh perasaan puas seakan kita sudah menempuh separuh jalan kesuksesan resolusi itu.

Alhasil, semangat berjuang kita mengendor atau bahkan membuat kita jadi berleha-leha untuk menggapai impian kita.

Hmm, sepintas masuk akal, bukan? Tapi “hukum” tadi tidak akan berlaku jika kita telah memulai merancang dan menyicil realisasi impian itu. Nah, sebagaimana yang Anda baca pada judul tadi, kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana saya merancang mimpi membangun sekolah atau lembaga pendidikan. Barangkali Anda juga pernah memiliki mimpi yang sama.

Saya ingin katakan bahwa : membangun sekolah di era digital itu mudah karena sudah ada teknologi yang mendukungnya.

Bukan Omong Kosong, di Dunia Digital, Punya “Sekolah” Itu Mudah

Jujur, sebagai anak daerah, saya terbilang telat untuk tahu bahwa ternyata ada perguruan tinggi negeri yang menerapkan kuliah jarak jauh, perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Terbuka (UT).

Saya baru tahunya ketika ada seorang senior yang bisa mengikuti sebuah event menulis yang dikhususkan bagi mahasiswa. “Ha, kok bisa uda itu ikut padahal kan sudah bukan mahasiswa?” pikir saya. Setelah dicari tahu, ternyata beliau adalah mahasiswa aktif yang kuliah di UT waktu itu.

Sistem belajar jarak jauh di UT sebenarnya sederhana, mahasiswa diminta untuk belajar mandiri dengan berbagai bahan ajar yang sudah disiapkan. Ada modul cetak yang bisa diambil ke kantor unit atau non-cetak yang bisa diakses via internet.

Sistem belajar seperti ini sangat menarik bagi saya, terlebih di era digital sekarang ini, belajar tentu saja bisa dilakukan di mana saja. Baik itu belajar pada jenjang formal ataupun non-formal.

Sistem belajar yang diterapkan oleh UT tersebut nyatanya sudah lama dipakai oleh lembaga-lembaga pendidikan di luar negeri.

Ada banyak kampus yang membuka distance learning ataupun online programmes. Salah satunya adalah University College London (UCL) yang bisa disebut sebagai salah satu dari universitas top 10 di dunia.

UCL punya program master yang bisa diambil oleh profesional dengan sistem belajar online.

Tampilan halaman Online MSc programmes UCL dalam balutan grafis

Terlepas dari itu, saya menilai Indonesia sudah siap dengan adanya lembaga pendidikan yang bergerak secara daring—meskipun tidak 100% ataupun tidak untuk seluruh tingkat pendidikan formal. Dunia digital dan pesatnya perkembangan teknologi komputasi awan (cloud computing) membuat konsep sekolah digital menjadi makin mudah dan masuk akal.

Teman-teman pembaca juga bisa membuat sekolah digital Anda sendiri lho. Anda bisa mulai brainstorming dari kemampuan apa yang Anda atau orang-orang di sekitar Anda miliki. Setelah itu kembangkan konsep dan mulai rancang kurikulumnya. Setidaknya berikut ini beberapa ide sekolah digital yang bisa Anda bangun—tidak mesti tentang teknologi informasi atau IT.

Sekolah Menulis

Sekolah menulis online atau digital sebenarnya sudah banyak sekali dibuat, tetapi potensi pasarnya masih sangat besar

Sekolah IT atau TI

Ada banyak kemampuan IT (Teknologi Informasi/TI) yang sangat dibutuhkan dunia kerja sekarang, ini adalah peluang

Sekolah Bisnis

Ilmu bisnis adalah ilmu yang mahal, karenanya banyak orang yang mau membayar untuk bisa mentoring pada praktisi berpengalaman

Sekolah Memasak

Zaman sekarang ini, kursus memasak pun bahkan bisa dijual lho. Cocok untuk Anda yang hobi banget di dapur

Sekolah Relawan & Aktivis

Dua istilah ini berbeda, keduanya punya jalan juang masing-masing di lapangan. Anda juga bisa mendirikan sekolah di ceruk ini

Pengembangan Diri Lainnya

Ada lebih banyak ceruk dalam pengembangan diri yang bisa dibuatkan sekolahnya lho. Anda bisa eksplorasi lebih jauh lagi

“Hmm, bagaimana dengan prospeknya? Apakah bagus?” mungkin pertanyaan itu menggelayuti pikiran Anda. Saya berani katakan kalau prospeknya bagus.

Salah satu buktinya adalah program Prakerja yang dibuat oleh pemerintah. Dikutip dari Kompas.com, program ini sudah diikuti lebih dari 5,5 juta peserta hingga Februari 2021 ini. Jutaan pengguna tersebut menjalani proses belajar kemampuan baru secara daring di beberapa platform kelas online tertentu.

Paling tidak ini menjadi sinyal bahwa sistem belajar daring di dunia digital layak untuk dikembangkan lebih lanjut, apalagi jika kurikulum pendidikan lebih tertata dan materi pembelajaran bisa dibuat lebih komprehensif.

Nah, setelah membaca berbagai penjelasan mengenai peluang sekolah digital tadi, tertarik tidak untuk merencanakan—satu saja—sekolah digital milik Anda? Jika IYA, terlepas dari kapan itu akan terwujud, membuat rencana terlebih dahulu adalah hal yang layak untuk dilakukan, bukan?

Jika Anda setuju dengan saya, Anda harus baca lebih lanjut nih, sebab selanjutnya saya akan gambarkan kiat-kiat yang bisa Anda lakukan.

Teknologi Cloud Computing, Penunjang Kesuksesan Sekolah Digital dan Bisnis Lainnya

Setelah semua penjelasan di atas, tentu kita mesti tahu juga nih, bagaimana cara membangun infrastruktur sekolah digital.

Faktanya, jika kita bicara soal infrasktruktur dan digital, maka kita tidak akan bisa terlepas dari yang namanya server. Di samping server atau hosting, masih ada tuh domain dan juga website atau aplikasi.

Analogi ketiga komponen ini sederhana. Server/hosting adalah tanah, domain adalah alamat, dan website adalah bangunan atau gedung sekolahnya. Kalau begitu, menurut Anda mana yang lebih penting dari ketiga itu?

Ketiga-tiganya sebenarnya penting, tapi kalau boleh memilih, saya akan mengatakan bahwa server adalah yang lebih penting. Alasan adalah kalau tidak ada tanah, tidak mungkin membangun gedung dengan alamatnya.

Tanpa menyebut platform kelas online atau sekolah digital manapun, umumnya mereka menginventasikan lebih banyak dana untuk menyediakan server. Bisa dengan membeli komputer server atau paling tidak menyewa dedicated server.

Hmm, kalau mereka yang korposasi atau perusahaan oke lah, bagaimana dengan UMKM yang ingin bangun sekolah digital?

Tenang saja, meskipun saya ataupun Anda tidak punya modal yang besar membeli atau menyewa satu server secara khusus, kita masih punya harapan berkat adanya teknologi cloud computing atau komputasi awan tadi.

Sederhananya, komputasi awan adalah teknologi yang menggabungkan pemanfaatan komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Teknologi ini memungkinkan penggabungan banyak komputer server, penyimpanan, database (basis data), aplikasi dan perangkat digital lainnya melalui internet.

Banyak komputer server disatukan oleh koneksi internet sehingga membentuk server cloud yang kemudian bisa dibagi-bagi menjadi server dengan spesifikasi yang lebih kecil.

Itu artinya, Anda bisa menyewa server cloud atau awan yang cenderung stabil dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran Anda. Lebih lanjutnya, saya lampirkan pada infografis di bawah ya.

Lebih lanjut nih, teknologi cloud computing banyak sekali dipakai oleh bisnis-bisnis (terutama perusahaan besar) untuk meminimilisir biaya pengadaan server untuk kebutuhan mereka. Dan, tentu saja, teknologi ini bisa juga digunakan untuk menunjang kesuksesan sekolah digital Anda. Nah, jika Anda penasaran bagaimana “skema”-nya, beberapa langkah berikut bisa Anda coba.

Tentukan ceruk dan sistem belajar sekolah digital

Ingatkah Anda pada ide-ide sekolah digital yang pernah saya tuliskan sebelum ini? Jika Anda sudah memilih 1 jenis sekolah, Anda bisa menetapkan ceruk (niche) yang lebih dalam atau spesifik. Sebagai contoh, jika saya ingin membuat sekolah menulis, tentu saya akan kesulitan menangani semua genre kepenulisan. Akan lebih baik jika saya fokus pada satu ceruk khusus seperti sekolah menulis artikel atau sekolah menulis cerpen.

Setelah memilih ceruk ini, saya ataupun Anda bisa menetapkan sistem belajar di sekolah digital itu. Apakah mentoring langsung dengan layanan video meeting, kelas berbasis WhatsApp dan sebagainya.

Rancang kelas yang ingin ditawarkan + kurikulumnya

Kita juga perlu merancang kelas yang ingin ditawarkan. Apakah kelas memiliki tingkat dari pemula hingga mahir atau satu kelas untuk semua jenjang. Rencanakan juga kurikulum yang ditawarkan pada kelas di sekolah digital tersebut. Urutkan materi dari yang paling dasar hingga lanjut.

Anda juga bisa membuat kuis atau tes yang menjadi prasyarat agar peserta bisa lanjut ke materi yang lebih rumit. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa peserta atau siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap apa yang Anda ajarkan.

i

Siapkan materi dan modul belajar sebaik mungkin

Setelah kelas Anda memiliki kurikulum, hal selanjutnya yang perlu dilakukan tentu saja menyiapkan materi-materi berdasarkan kurikulum tersebut. Ada banyak model materi yang bisa dibuat, mulai dari dokumen yang berisikan teks dan sebagainya hingga materi audio dan audio-visual.

Sebagai variasi, Anda juga bisa menyiapkan dokumen atau formulir asesmen untuk mendapatkan gambaran progres pembelajaran dari siswa sekolah digital Anda.

Pilih learning platform yang cocok dengan rencana Anda

Sekarang, anggaplah kita sudah menyiapkan materi-materi kelas. Hal yang perlu kita lakukan setelahnya adalah membangun platform belajar yang cocok nih dengan konsep kelas di sekolah digital kita. Nah, untuk ini ada banyak platform yang bisa digunakan.

Jika materi kebanyakan berupa video, saran saya, gunakan platform video hosting seperti Vimeo dan sejenisnya. Saya tidak menyarankan Anda menggunakan YouTube karena YouTube adalah platform berbagi video yang tidak mengizinkan penggunaan untuk keperluan komersial.

Namun jika materi kita kebanyakan berupa teks dan dokumen, agaknya bisa menggunakan learning platform seperti Moodle atau learning management system (LMS) open source lain. Menggunakan aplikasi open source akan menghemat budget Anda, tapi jika Anda ingin menggunakan LMS berbayar, saya tidak punya wewenang untuk melarang itu, hehe.

Cari tahu dan sewa cloud server yang mumpuni

Kita hampir sampai di langkah-langkah terakhir dan siap untuk launching sekolah digital kita nih. Tapi sebelum itu, ada baiknya jika saya ataupun Anda memilih cloud server untuk disewa. Alasannya seperti yang disampaikan sebelumnya.

Dibanding membeli perangkat server ataupun menyewa dedicated server, menyewa cloud server lebih murah dan mudah. Pengelolaan cloud server lebih sederhana ketimbang dedicated server di mana Anda mengelola 1 unit komputer langsung dari jarak jauh. Skalabilitas server berbasis cloud computing memudahkan Anda melakukan upgrade dan downgrade sewaktu-waktu sehingga bisa menyesuaikan kebutuhan.

Saran saya, akan lebih baik jika Anda menyewa Private Cloud ketimbang Public Cloud dan Hybrid Cloud. Itu karena private cloud memiliki kelebihan pada kontrol dan keamanan yang kuat dalam hal pengelolaan aplikasi, data, dan sistem namun tetap menawarkan kelincahan seperti cloud lainnya.

“Kenapa harus cloud, bukan hosting biasa?” pikir pembaca.

LMS butuh kemampuan berinteraksi yang lebih baik agar proses belajar menjadi efektif dan efisien, nah kebutuhan ini mampu dipenuhi oleh cloud server tadi.

Desain website dengan fitur-fitur yang dibutuhkan

Ketika Anda membaca judul poin ini, mungkin Anda terpikir “nah, tadi kan sudah ada platform belajarnya, kenapa butuh website lagi?”

Well, kebanyakan LMS memiliki tampilan antarmuka yang sulit untuk dikostumisasi lebih lanjut, sementara kita butuh membuat website yang representatif dengan UI/UX yang menawan + copywriting yang sulit ditolak calon pelanggan. Untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan tadi, tentu kita perlu website yang lebih mumpuni—sementara sistem LMS-nya bisa dibuat di subdomain atau subfolder.

Oh ya, fitur-fitur di dalam website ini juga perlu dipikirkan lho. Misalnya fitur pembayaran yang bisa diintegrasikan dengan payment gateway, fitur analitic (seperti Google Analytics dan Facebook Pixels) untuk membaca trafik dan melakukan remarketing dan sebagainya.

Pssttt, saya pribadi sebenarnya sudah mulai merancang website sekolah digital saya lho. Bahkan saya sudah menyiapkan domainnya sejak tahun 2019 lalu. Domainnya bernama eduisi.com dengan taglineeducation is easy“.

Sejujurnya, saya belum menyiapkan website Eduisi di private cloud, melainkan masih di cloud hosting salah satu perusahaan Cloud Provider Indonesia yaitu IDCloudHost. Tapi meskipun begitu, layanan cloud hosting dari IDCloudHost ini patut diacungi jempol karena bisa “ditebus” dengan harga yang murah, tapi tetap dalam panel kontrol cPanel dengan resource hosting yang mumpuni.

Ke depannya, saya pengen migrasikan Eduisi ke private cloud, tapi sementara ini fokus menyiapkan materi kelasnya dulu, hehe. Sementara itu, website-nya pun baru saya selesaikan homepage-nya. Benar-benar perjuangan single fighter di perusahaan rintisan. Hmm.

Tampilan halaman depan Eduisi

Promosikan sekolah digital di berbagai kanal

Well done, ini langkah terakhir yang bisa dilakukan saat semua persiapan sebelumnya sudah selesai. Promosikanlah kelas dan sekolah digital kita di berbagai kanal. Bisa di kanal media sosial atau bahkan di seminar atau workshop offline. Jika Anda punya dana untuk menyewa baliho atau videotron juga bisa dicoba. Eh.

Saran terbaik saya, jangan terburu-buru menggunakan promosi berbayar. Maksimalkan promosi organik sembari Anda mengumpulkan testimonial untuk disematkan sebagai social proof di halaman penawaran kelas Anda di website. Setelah sekolah digital berhasil di-launching, hal yang bisa kita lakukan setelah itu adalah menjalankan fungsi controlling dan evaluating. Nyatanya, menjalankan bisnis apapun tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, bukan?

Bagaimana sejauh ini? Cloud computing itu teknologi yang menarik, bukan?

For Your Information, sebuah artikel ilmiah bertajuk “Benefits and Challenges of The Adoption of Cloud Computing in Business“, yang diterbitkan di jurnal International on Cloud Computing: Services and Architecture (IJCCSA), mengungkapkan bahwa cloud computing merupakan teknologi transformasional yang sangat penting untuk meningkatkan jalannya sebuah bisnis.

Teknologi ini bisa disebut sebagai aset bernilai bagi sebuah bisnis untuk tetap kompetitif karena manfaat yang ditawarkan seperti fleksibilitas, cost reduction, upgrade hardware dan software yang mudah, agilitas, dan skalabilitas.

Nah, tertarik untuk mengadopsi teknologi cloud computing untuk membangun atau meningkatkan produktivitas bisnis Anda? Di bawah saya sudah tuliskan sedikit ulasan tentang layanan private cloud yang layak untuk kita coba.

Layanan Private Cloud dari Provider Lokal, IDCloudHost, Layak untuk Dicoba

Semua kita agaknya sepakat bahwa membuat perencanaan bisnis yang matang itu memang berat, tapi tahukah Anda apa yang lebih berat dari membuat pencanaan itu? Jika Anda menjawab “merealisasikan rencana”, maka Anda 100% benar.

“Ini si Fadli sejak tadi bernarasi tentang cloud computing atau komputasi awan, padahal dia sendiri belum pernah mencobanya” kata saya pada diri saya sendiri. “Bisa-bisanya ‘meracuni’ orang untuk mencoba cloud computing ataupun cloud server. Eh.”

Tenang saja, saya sadar kok bahwa butuh waktu bagi kita mempelajari hal yang baru, tidak terkecuali teknologi cloud computing ini. Ya, karena mana bisa sukses go digital kalau belum paham dengan teknologinya. Nah karena itulah, saya sangat menyarankan untuk memilih provider lokal yang berpengalaman untuk menjadi penyedia layanan cloud untuk kita.

Kenapa sebaiknya provider lokal Indonesia? Sederhana saja, agar komunikasi menjadi lancar dan bisnis bisa lancar jaya.

Lagipula, provider infrastrukur cloud lokal seperti IDCloudHost tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, provider yang dimiliki oleh PT Cloud Hosting Indonesia ini menawarkan kemudahan bagi pengguna untuk memiliki server cloud berteknologi tinggi. Salah satu layanan terbaru mereka yang cocok dengan pembahasan kita ini adalah Private Cloud Server.

Halaman depan IDCloudHost dengan kalkulator Layanan Private Cloud

Ketika mengunjungi laman IDCloudHost dan mempelajari lebih jauh tentang layanan Private Cloud mereka, saya melihat perusahaan satu ini menawarkan value atau nilai bagi pengguna. Ini berkaitan dengan harga Private Cloud yang ditawarkan, per bulannya mulai dari Rp. 50.000 saja dengan kapasitas 1 CPU Core, 1 GB RAM dan 20 GB penyimpanan. Di tempat lain, harga 50 ribu ini umumnya cuma dapat shared atau cloud hosting dengan penyimpanan yang lebih sedikit.

Private Cloud yang terjangkau ini bisa diandalkan untuk menjalankan berbagai aplikasi seperti WordPress, Moodle, Nodejs, cPanel, dan sebagainya. Jika Anda butuh virtual machine (VM), Private Cloud terjangkau dari IDCloudHost ini juga bisa dipakai untuk menjalankan VM berbasis CentOS, Debian dan Ubuntu.

Yang paling menarik bagi saya terkait layanan private cloud tersebut tentu saja adalah taglineBuilt for Business“-nya. Bagaimana pun, saya butuh cloud server untuk menjalankan bisnis digital yang butuh “ekslusivitas” pada pengelolaan dan tentu juga mampu menangani trafik yang tinggi.

Cocok banget untuk platform sekolah digital, e-commerce, atau website/aplikasi bisnis apapun.

Lebih lanjut, di samping ini beberapa alasan mengapa IDCloudHost berani menyebut Layanan Private Cloud mereka itu Built for Business.

Harga Termurah

Hemat pengeluaran bisnis dengan infrastruktur cloud dari IDCloudHost karena harga yang terjangkau

Support 24/7

Tim support yang bersertifikasi internasional yang sedia setiap waktu untuk membantu pelanggan

Privasi & Keamanan

Jaminan perlindungan privasi dan keamanan data dengan berbagai teknologi terbaru dan terbaik

Platform Terbaik

Sudah dipercaya +100.000 pengguna dengan jaminan SLA 99.99% untuk mendukung bisnis/startup pengguna

Pilih Sukses Go Digital atau Tertinggal? Yuk, Adopsi Cloud Computing untuk Kesuksesan Bisnis Kita

Pertanyaan pada sub judul penutup artikel ini terkesan “menyeramkan” ya? Kalau pilihannya dua itu saja, ya jelas pilih sukses go digital dari pada tertinggal kan ya.

Hmm, bagaimana pun kita tidak bisa menolak perkembangan zaman, di mana berbagai bisnis berbondong-bondong untuk bertransformasi digital (digitalisasi). Bisnis-bisnis tersebut tentu saja melihat potensi pasar digital (internet) yang luar biasa besar.

Bagaimana tidak, dikutip dari Bisnis.com, pada November 2020 lalu Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJJI) mengeluarkan hasil survei yang menyatakan bahwa 196,7 juta warga Indonesia sudah melek dengan internet. Itu berarti ratusan juta warga itu bisa kita jangkau dengan pemasaran digital di internet atau akrab disebut digital marketing.

Kalau begitu masuk akal jika kita katakan bahwa bisnis yang menolak go digital punya kemungkinan untuk tertinggal dari pada bisnis lain, terutama kompetitornya. Nah, sekarang bagaimana dengan Anda? Siap untuk sukses dengan Go Digital?

Tadi saya sudah coba menjelaskan bagaimana cloud computing dapat menjadi jalan sukses sebuah bisnis untuk Go Digital. Saya memang mencontohkan bisnis edukasi berbasis sekolah digital, tapi cloud computing bisa membantu bisnis apapun untuk berakslerasi.

Jika Anda penasaran dengan teknologi ini dan ingin mencobanya, kunjungi saja IDCloudHost sebagai perusahan infrastruktur cloud terkemuka di Indonesia. Kesudahannya, yuk sama-sama berjuang untuk sukses di dunia digital.[]

Banner Blog Competiotion 250x250

Referensi:

  • Situs resmi IDCloudHost di https://idcloudhost.com/
  • Rosy Dewi Arianti Saptoyo. 2021. Ada 5,5 Juta Penerima Kartu Prakerja, dari Mana yang Terbanyak?. Tersedia di https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/26/155200665/ada-5-5-juta-penerima-kartu-prakerja-dari-mana-yang-terbanyak-
  • Colin Ting Si Xue dan Felicia Tiong Wee Xin. 2016. Benefits and Challenges of The Adoption of Cloud Computing in Business. International Journal on Cloud Computing: Services and Architecture (IJCCSA) Vol. 6, No. 6, December 2016
  • Leo Dwi Jatmiko. 2020. APJII: 196,7 Juta Warga Indonesia Sudah Melek Internet. Tersedia di https://teknologi.bisnis.com/read/20201110/101/1315765/apjii-1967-juta-warga-indonesia-sudah-melek-internet
error: Konten dilindungi