Transformasi Digital di Perusahaan, Work From Anywhere, dan e-Recruitment

oleh | Des 30, 2020

Dalam sebuah percakapan santai, saat menemani istri mengerjakan pekerjaan rumah, saya pernah bertanya padanya tentang sampai kapan kantornya akan menerapkan sistem kerja Work from Home (WFH). Ya, meskipun ia tidak 100% WFH seperti saya, tapi kantor tempat ia bekerja memberlakukan sehari WFH dan sehari WFO (Work from Office).

“Entahlah, mungkin akan selamanya.” Jawabnya sekenanya.

Saya paham, sebagai sebuah perusahaan daerah, direksi dan manajemen kantornya pasti berpikir keras agar tidak banyak karyawan yang terinfeksi oleh Covid-19. Itu akan sangat berdampak pada perusahaan.

Tidak hanya soal resiko penularan pada yang lain—yang tentu saja menurunkan produktivitas, semakin banyak karyawan yang terdampak Covid-19 tentu juga akan menguras dana perusahaan. Maksud saya, untuk biaya pengobatan dan sebagainya.

“Tapi kata temanku, mungkin juga akan diberlakukan WFA…” sambung istri saya.

“WFA itu apa lagi?” saya kembali bertanya.

“Work from Anywhere,… kerja dari mana saja, yang penting target tercapai” terangnya. Saya manggut-manggut.

Saya jadi membayangkan, sejurus itu tampak lebih santai, tapi bagi orang yang kurang baik dalam memanajemen waktu kerja (seperti saya) bisa repot juga.

Ah, buat apa pusing soal itu, bukankah manusia sudah sangat terlatih untuk beradaptasi? Jujur saja, saat awal pandemi saya cukup sesak napas saat harus pakai masker keluar rumah, tapi sekarang sudah biasa saja. Apa Anda juga merasakan hal yang sama?

Hmm, kembali ke topik, nyatanya Work from Anywhere (WFA) bukanlah konsep baru. Istilah WFA bisa dibilang sama dengan remote working yang sudah banyak diterapkan. Meskipun skema ini kebanyakan dipakai di beberapa pekerjaan tertentu yang terkait dengan teknologi, tapi tidak tertutup kemungkinan bisa dipakai di pekerjaan yang lain juga.

Lebih Lanjut Tentang Work from Anywhere

Jika ditilik betul nih, WFA menawarkan berbagai keuntungan atau manfaat lho. Bagi individual misalnya, WFA menawarkan kebebasan. Saat Anda bisa bekerja dari mana saja, tentu itu menjadi tawaran berarti jika Anda adalah istri yang harus mengikuti suami yang suka pindah-pindah kerja, atau ibu yang harus mengurusi anak-anak sebagai pekerjaan lain yang tak kalah pentingnya.

Anda juga bisa membuat setup ruangan “kantor” sesuai kecenderungan hati Anda. Dan yang tak kalah penting : Anda cukup berdandan (atau juga mandi) saat Anda rapat daring saja. Eh. Bagaimana,… sangat menarik, bukan?

“Tunggu, kalau begitu bagaimana dengan manfaat bagi perusahaan? Jangan sampai enak di karyawan saja.” berontak sisi idealis saya. Eits,… jangan kira tidak ada.

Laman Harvard Business Review melaporkan sebuah hasil penelitian di mana WFA tidak hanya membuat pekerja lebih bahagia tetapi juga lebih produktif.

Produktivitas individu meningkat sebesar 4,4% dari biasanya. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat bagi perusahaan. Yaaa, meskipun tren ini butuh penelitian lebih lanjut, tapi skema WFA bisa kok dicoba oleh beberapa perusahaan yang bergerak di bidang tertentu (untuk beberapa jenis pekerjaan tertentu pula).

Tapi tunggu dulu,… perusahaan seperti apa kira-kira yang cocok dengan WFA ini?

Biar pembahasan kita lebih terang dan mengerucut. Jawabannya tentu saja perusahaan yang sudah mulai melakukan transformasi digital.

Seberapa Penting Transformasi Digital Bagi Perusahaan?

“Dari tadi ngomongin transformasi digital, jelasin dulu kenapa…” mungkin begitu pikiran sebagian pembaca.

Soal transformasi digital itu, sebenarnya amat sangat sederhana. Ia dapat diartikan sebagai bagian proses dari teknologi yang lebih besar di mana terjadi perubahan yang berkaitan dengan penerapan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan. Karena bahasan kita adalah tentang bisnis atau perusahaan, maka perubahan yang dimaksud tentu berkaitan dengan penggunaan teknologi digital di sektor itu.

Transformasi digital sudah menjadi bahasan global sejak beberapa tahun terakhir. Indonesia sendiri menjadikan transformasi digital sebagai sesuatu yang sudah menjadi mandatory atau wajib di kondisi sekarang ini.

Dari sebuah berita yang dilansir suara.com, menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini transformasi digital akan meningkatkan produktivitas. “Digital ekonomi bisa memberikan akses yang lebih jauh luas pada masyarakat. Produktivitas dari setiap perusahaan akan meningkat, dan ini memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan maupun lembaga,” ungkap beliau dalam Indonesia Digital Conference 2020 lalu.

Jika produktivitas perusahaan meningkat, otomatis roda ekonomi juga akan melaju dengan semakin baik, bukan?

Ada sebuah literatur yang sangat menarik tentang topik kita ini. Schwertner dalam sebuah artikel di Trakia Journal of Science (Vol. 15, 2017) menjelaskan dengan baik tentang bagaimana transformasi digital memberikan dampak positif pada sebuah bisnis.

Dia menuliskan bahwa transformasi digital pada bisnis mendobrak pembatas antara manusia, bisnis dan berbagai hal. Hal ini membuat bisnis mampu menciptakan produk baru, layanan dan menemukan langkah yang lebih efisien dalam menjalankan bisnis.

Contoh paling sederhana dari penjelasan di atas adalah terbukanya peluang bagi sebuah bisnis untuk berkomunikasi langsung dengan konsumen akhir atau end user mereka.

Untuk membuktikannya, Anda bisa lihat mulai banyak perusahaan memiliki akun media sosial (salah satunya Twitter) yang tidak hanya menjadi media berbagai informasi, tetapi juga media untuk menerima dan menjawab komplain.

Balasan dari komplain bahkan bisa didapatkan dengan lebih mudah ketimbang harus menelpon call center yang terkadang sulit tersambung karena banyaknya antrian.

Hmm, sangat memudahkan, bukan? Semua narasi di atas agaknya sudah cukup menjelaskan bahwa transformasi digital sangat penting bagi sebuah perusahaan.

Tapi,… masih ada tapinya lho ini, agar berbagai kemudahan dari transformasi digital tersebut dapat dirasakan oleh sebuah entitas bisnis, ada beberapa aspek teknologi yang harus mereka penuhi. Jika Anda juga adalah bagian dari sebuah perusahaan, informasi setelah ini sayang sekali untuk Anda lewatkan.

Aspek Teknologi yang Harus Dipenuhi Perusahaan dalam Menyempurnakan Transformasi Digital

Jika Anda masih ingat (atau mungkin bingung) tentang pembahasan kita mengenai Work from Anywhere (WFA) sebelumnya, itu adalah salah satu bentuk luaran dari transformasi digital sebuah perusahaan. WFA sangat terkait dengan salah satu aspek teknologi yang dibutuhkan. Aspek itu adalah cloud computing.

“Apa lagi itu cloud computing?” tanya pembaca.

“Cloud computing adalah komputasi awan” jawab saya.

“Itu saja?” gerutu pembaca.

Hmm, jangan menggerutu, jawaban di atas tentu saja bukan jawaban yang Anda inginkan, bukan?

Mohon maaf, sedikit bercanda biar bahasan ini tidak terlalu kaku. *hehe 

Jadi gampangnya, cloud computing adalah sebuah model atau teknologi yang memungkinkan akses ke sebuah jaringan yang tersusun dari sumber daya komputasi bersama yang dapat dikonfigurasi atau diatur. Sumber daya ini meliputi jaringan, server, penyimpanan, aplikasi serta layanan.

Dampaknya adalah perusahaan tidak perlu berinvestasi besar dalam menghadirkan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) sendiri sebab layanan cloud computing sudah menyediakannya dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Coba bayangkan seperti ini, jika Anda punya sebuah perusahaan kecil dengan beberapa pekerja saja. Dana perusahaan Anda terbatas sementara Anda butuh akan sebuah server. Memilih untuk menghadirkan server sendiri tentu akan sangat menguras biaya operasional, bukan? Dan itu hampir tidak mungkin untuk dilakukan oleh sebuah perusahaan rintisan (start up). Di saat itulah cloud computing diperlukan.

Hanya saja, tidak banyak orang yang paham dan bisa mengelola teknologi komputasi awan karena bisa dibilang itu adalah barang baru dalam ekosistem bisnis. Jadi, jika Anda adalah seorang pemilik bisnis, Anda pasti butuh usaha ekstra mencari dan menyeleksi calon karyawan atau talenta yang paham dengan cloud computing.

Selain cloud computing, masih ada 3 aspek teknologi lainnya yang mesti dipenuhi untuk menyempurnakan transformasi digital perusahaan lho. Ketiga itu adalah Internet of Things (IoT), Mobile Technology dan Big Data and Data Analysis. Sama halnya dengan Cloud Computing tadi, ketiga aspek ini juga mesti diisi oleh talenta-talenta yang paham dengan baik atas hal-hal tersebut. Katakanlah, talenta yang berkualitas.

Talenta yang berkualitas ini tentu saja tidak hanya dari aspek kemampuan, tetapi juga aspek kepribadian. Artinya, jika perusahaan Anda atau perusahaan manapun telah berhasil bertransformasi digital secara sempurna, Anda tidak akan khawatir lagi jika pada akhirnya memberlakukan konsep remote working atau Work from Anywhere tadi.

Lantas, muncul lah sebuah pertanyaan : di mana bisa mendapatkan talenta-talenta terbaik yang bisa bekerja untuk perusahaan kita?

Terlebih karena ini adalah eranya transformasi digital, sedapat mungkin penerimaan karyawan atau talenta itu juga dilakukan dengan teknologi digital. Katakanlah menggunakan konsep e-recruitment.

Jika memang itu yang Anda butuhkan, maka saran terbaik saya agar Anda atau siapapun bisa mendapatkan talenta terbaik dengan mudah adalah dengan menggunakan layanan EKRUT, platform rekrutmen yang menggunakan teknologi dan jaringan perekrut untuk membuat proses rekrutmen menjadi lebih cepat dan lebih baik tanpa harus mengurangi kualitasnya.

Lebih lanjut tentang EKRUT akan saya jelaskan di bawah ya.

EKRUT : Platform Recruitment yang Mendukung Transformasi Digital Sebuah Perusahaan

EKRUT adalah platform rekrutmen yang sudah berdiri semenjak tahun 2016. Platform EKRUT dikelola oleh PT EKRUT TEKNOLOGI UTAMA yang fokus pada kandidat berkemampuan tinggi di bidang teknologi, tepatnya yang memiliki ketertarikan atau pengalaman dalam hal pemrograman, data, desain, produk serta pemasaran digital. Selain itu, EKRUT juga bisa dibilang sebagai tech-talent marketplace pertama di Indonesia.

“Lalu, bagaimana EKRUT bisa mendukung transformasi digital sebuah perusahaan?” Itu menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas.

Sebelumnya kita sudah membahas berbagai aspek penting yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan agar dapat bertransformasi digital dengan baik. Aspek-aspek tersebut membutuhkan talenta-talenta terbaik di bidangnya. EKRUT bisa memudahkan perusahaan Anda atau perusahaan manapun untuk mencari kandidat terbaik di berbagai aspek teknologi digital itu.

Belum cukup sampai di situ, EKRUT juga menawarkan berbagai benefit untuk employer dalam hal merekrut talenta yang mereka butuhkan. Beberapa benefit itu adalah sebagai berikut.

Keuntungan Ekslusif dari Platform Plan EKRUT

Tracking system untuk memudahkan manajemen kandidat

Saran kemampuan dan biaya berdasarkan data pasar

Akses langsung pada talenta tersaring oleh perekrut

Konsultan yang membantu Anda dalam proses perekrutan

Sebagai employer, perusahaan bisa memilih 2 plan atau paket keanggotaan di EKRUT. Yang pertama adalah Headhunting Plan dengan biaya keanggotaan gratis. Employer cukup membayar biaya sebesar 15% ketika berhasil merekrut talenta. Selain itu, ada paket membership yang lain, yaitu Platform Plan dengan benefit yang sudah saya tuliskan di atas. Paket keanggotaan ini memungkinan employer untuk melakukan perekrutan tidak terbatas dengan biaya perekrutan 0%. Lebih jelasnya, saya lampirkan pada tabel di bawah ya. 

Platform Plan

Get unlimited hires by subscribing to EKRUT Platform plan

Contract Length

12 months

Pay per hire

0%

Membership fee & Bonus

IDR 8,000,000/mo*

now only

IDR 5,600,000/mo*
Free 6 months membership

after 1 hire within 1st month

Contract Length

3 months

Pay per hire

0%

Membership fee & Bonus

IDR 10,000,000/mo*

now only

IDR 7,000,000/mo*
Free 1 months membership

after 1 hire within 1st month

*Price exclusive of tax

Headhunting Plan

Let EKRUT take care of everything. Just pay a percentage fee per successful hire.

Contract Length

12 months

Pay per hire

15%

Membership fee

Free

Employer bisa memilih keanggotaan mana yang cocok dengan perusahaan mereka. Setiap paket keanggotaan tentu saja menawarkan keuntungannya masing-masing. Hanya saja, perusahaan yang serius ingin melakukan tranformasi digital, apalagi sekarang industri di Indonesia tengah menuju revolusi 4.0, sebaiknya tidak perlu menahan diri untuk berlangganan Platfrom Plan EKRUT. Dengan demikian, perusahaan Anda atau perusahaan manapun punya peluang lebih besar mendapatkan talenta berkualitas dan terbaik demi membantu perusahaan memenuhi semua aspek yang dibutuhkan dalam transformasinya.

Lalu, talenta apa saja yang bisa ditemukan di talent marketplace EKRUT. Berikut adalah daftarnya, dan jangan lupa menonton video yang saya lampirkan setelahnya ya.

Position Function

  • Fullstack Engineer
  • Backend Engineer
  • Frontend Engineer
  • Security / Network Engineer
  • DevOps Engineer
  • Mobile Engineer
  • IT Consultant
  • QA / Test Engineer

Position Function

  • Product Design
  • UX Research
  • Product Marketing
  • Product Management
  • Project Management
  • Strategy

Position Function

  • Brand Management
  • Public Relations
  • Social Media
  • Corporate Social Responsibility
  • Brand / Product Management
  • Content
  • Strategy
  • Graphic Designer
  • Campaign
  • CRM
  • Performance Marketing
  • Community / Events Marketer

Position Function

  • Database Engineer
  • Statistician / Scientist
  • Analyst / Business Intelligence
  • Engineer

Cara menggunakan EKRUT bagi employer

Company success stories

GO-JEK

Very impressed with EKRUT for Speed, Pro-activeness, Client Relationship, and Quality of Candidates. EKRUT have proven to us that their ability to provide very relevant candidates by far.

Traveloka

We’re glad to have EKRUT in the team to search on critical roles with very high expectations. We give EKRUT hard roles but they manage to still deliver it.

Narasi

Ekrut is a very helpful hiring partner a startup can wish for. Their recruitment online platforms is very accommodating towards the need of a digital media like Narasi in order to build our multidisciplinary talents pool. They are also very client-oriented…

Kesudahannya…

Orang bijak pernah berkata, ada satu hal yang paling jauh di dunia ini. Hal itu adalah waktu, tepatnya masa lalu. Masa yang telah berlalu tidak akan bisa dikejar kembali. Ini berkaitan sekali dengan sebuah kesempatan, ketika ia telah dilewatkan maka ia akan susah didapatkan kembali.

Dunia terus berputar dan waktu terus bergulir. Semua orang dan entitas bisnis terus berproses dan berakselerasi. Di samping itu, dunia digital yang kita hadapi saat ini membuka peluang siapapun untuk bertransformasi, tentu saja termasuk sebuah perusahaan atau bisnis.

Sejauh ini kita sudah membahas mengenai transformasi digital sebuah perusahaan dan bagaimana EKRUT mampu memberikan kemudahan bagi pelakunya. Tidak hanya employer lho, EKRUT juga bisa digunakan oleh para pencari kerja atau talenta.

Sekarang tergantung Anda, maukah Anda bergerak dan bertransformasi bersama EKRUT? Jangan lewatkan masa begitu saja. Capai kesuksesan di era digital bersama platform rekrutmen keren dan tech-talent marketplace pertama di Indonesia. Kunjungi EKRUT sekarang juga.[]

Referensi :

Beberapa icon dan informasi dari Situs resmi EKRUT di https://www.ekrut.com/

Prithwiraj Choudhury. 2020. Our Work-from-Anywhere Future. Harvard Business Review. Tersedia di https://hbr.org/2020/11/our-work-from-anywhere-future

Dwi Bowo Raharja & Mohammad Fadil Djailani. 2020. Transformasi Digital Akan Tingkatkan Produktivitas dan Perekonomian. Tersedia di https://www.suara.com/bisnis/2020/12/16/202434/transformasi-digital-akan-tingkatkan-produktivitas-dan-perekonomian

K. Schwertner. 2020. Digital Transformation of Business. Trakia Journal of Sciences, Vol. 15, Suppl. 1, pp 388-393, 2017

error: Konten dilindungi