Pentingnya Aset Digital dan Strategi Funnelling Terbaik di Era New Normal

oleh | Des 26, 2020

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi membawa krisis pada bisnis baik yang berskala mikro, kecil, menengah dan besar. Hanya saja, ketimbang bulan-bulan pertama saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih diberlakukan, sekarang ini kegiatan bisnis mulai berangsur-angsur pulih. Tepatnya ketika new normal sudah mulai diterapkan.

Meskipun begitu, aktivitas pasar tentu tidak serta-merta kembali seperti sedia kala, seperti saat dunia masih baik-baik saja.

Pandemi memaksa bisnis untuk bergerak lebih banyak ke arah yang lain, khususnya dalam strategi pemasaran. Berbagai entitas bisnis, dari berbagai skala, mulai berbondong-bondong memaksimalkan dunia digital untuk mencapai kembali target penjualan agar bisnis tetap bertahan. Bagaimana pun, internet akan jadi lahan yang selalu basah, bukan?

Lantas, apakah Anda adalah seorang pebisnis yang melakukan hal demikian juga? Maksud saya, “mendadak digital” begitu.

Bukti Munculnya Kesadaran Pebisnis dengan Pentingnya Aset Digital

Meski bukan bagian dari sebuah perusahaan, sebagai seorang freelancer saya juga mengembangkan bisnis saya sendiri. Berbekal kemampuan desain grafis dan desain web secukupnya, saya membuka jasa pembuatan landing page untuk bisnis. Saya menawarkan jasa saya melalui sebuah website yang beralamat di lamanku.id. Upaya itu saya lakukan agar saya bisa tetap berpenghasilan di tengah pandemi.

Alhamdulillah, usaha memang berbanding lurus dengan hasil. Puluhan landing page berhasil saya selesaikan dari puluhan klien juga. Klien saya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Meksi saya berdomisili di Padang, pemasaran digital membantu bisnis saya bisa menjangkau seluruh orang di Indonesia. Tepatnya saya menggunakan kampanye Search Engine Marketing (SEM) dengan Google Ads.

Desain landing page pesanan klien saya

Tapi ada yang menarik semenjak saya membuka bisnis itu. Saat pandemi hadir, pebisnis dari berbagai latar belakang berbondong-bondong untuk membuat landing page agar bisa melakukan promosi di media digital.

Klien saya kebanyakan datang dari pelaku UMKM yang ingin melejitkan pendapatan bisnisnya dengan internet. Latar belakang dan jenis bisnis mereka juga bermacam-macam. Karena itu jualah, cerita yang mereka bawa beraneka ragam pula.

Seorang klien saya pernah “mengeluh” dengan leads yang sedikit sekali padahal klik dari kampanye Google Ads banyak. Ia meminta pendapat dari saya dan menyertakan laporan Google Ads-nya. Setelah cukup lama berdiskusi, akhirnya saya dengan beliau deal untuk pembuatan satu landing page yang akan digunakan untuk kampanye SEM-nya.

Nah, jika klien tadi ingin membuat landing page untuk memaksimalkan iklan, klien saya yang lain ingin memesan website untuk dijadikan menu digital dari kafe tempat ia bekerja.

Menu digital itu dibuat dalam bentuk website 1 halaman atau landing page. Klien ini merasa bahwa adanya website itu sangat penting bagi sebuah bisnis.

Sebenarnya tidak hanya dua klien itu saja yang sadar akan pentingnya aset digital bagi bisnis mereka. Rata-rata klien yang memesan landing page ke saya mengaku ingin menjalankan iklan berbayar di Facebook, Instagram atau Google. Tapi paling tidak, dua klien tadi sudah menjadi bukti munculnya kesadaran pebisnis tentang pentingnya aset digital ini.

Tapi omong-omong, apa sih sebenarnya aset digital itu? Yuk, kita bahas di bagian selanjutnya.

Manfaat Aset Digital Bagi Sebuah Bisnis

Sebelum kita lanjut, apakah Anda pernah mendengar istilah aset digital? Apa yang Anda ketahui tentang aset digital itu?

Gampangnya, aset digital adalah segala sesuatu dalam bentuk digital yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan tertentu.

Aset digital dapat berupa teks, audio, audio visual atau media dalam format lain, termasuk hak untuk menggunakannya. Contoh dari aset digital, terutama yang berhubungan dengan bisnis, adalah akun media sosial, website, iklan, video, kanal YouTube dan sebagainya.

Keberadaan aset digital ini sangat penting lho bagi sebuah bisnis. Saking pentingnya, sebuah bisnis hendaknya tidak hanya membuat atau mengadakan berbagai aset digital, tetapi juga memanajemen aset itu dengan baik.

Nah, hal itu juga lah yang membuat berbagai profesi baru muncul dan dibutuhkan oleh sebuah bisnis yang ingin mendulang manfaat dari ekosistem dunia digital.

Hmm, sebut saja SEO Strategist, Social Media Specialist, Content Strategist, Content Writer, Graphic Designer, UI/UX Designer, Data Analyst dan sebagainya. Berbagai profesi tersebut muncul dari dinamika bisnis sekarang ini.

Pertanyaannya, seberapa penting sih aset digital itu sehingga kehadirannya malah membuka posisi-posisi baru di tubuh sebuah entitas bisnis–yang notabene tentu saja akan menambah biaya operasional?

Untuk menjawab pertanyaan ini, agaknya kita perlu membahas beberapa aset digital yang minimal mesti dimiliki sebuah bisnis di era kekinian.

Website

Sebuah situs atau website bisa dibilang sebagai lapak atau pun kantor digital dari sebuah bisnis. Jenis website pun beragam seperti profil perusahaan, toko online, landing page dan sebagainya. Aset digital berupa website sangat penting karena dengannya sebuah bisnis bisa dibuka selama 24 jam penuh.

Social Media

Akun media sosial bagi sebuah bisnis dapat mempersingkat gap atau jarak antara bisnis dengan pelanggan mereka. Selain itu, media sosial juga dapat membantu meningkatkan citra profesional dan brand awareness dari sebuah entitas bisnis.

Lebih jauh, optimasi tanda pagar dan sebagainya bisa dilakukan untuk menjangkau banyak orang.

Search Engine Optimization (SEO)

Search Engine Optimization (SEO) adalah sebuah optimasi yang bisa dilakukan agar konten atau promosi sebuah bisnis bisa muncul di halaman awal mesin pencari. Pengelolaan SEO memang bukan pekerjaan mudah, namun bisa memberikan dampak besar pada jangkauan dari sebuah bisnis.

Iklan Digital

Iklan digital bisa dilakukan di banyak kanal, seperti iklan berbayar di media sosial, atau bahkan iklan penelusuran di Google Ads. Pembuatan dan kampanye iklan memang menyita anggaran, tapi penargetan dan strategi bidding yang tepat dapat menghasilkan konversi yang maksimal.

Beberapa jenis aset digital di atas itu hanya sebagian dari banyaknya aset digital yang bisa dibangun oleh para pelaku bisnis. Namun yang sudah saya sebutkan tadi bisa dibilang aset minimal yang hendaknya dimiliki oleh mereka.

Saya mengatakan itu tentu bukan tanpa alasan lho. Ada banyak sekali manfaat bagi sebuah bisnis jika punya aset digital sendiri. Tidak hanya bagi pelaku bisnis besar, aset digital justru akan sangat membantu bagi UMKM agar bisa bersaing dengan kompetitor yang secara skala lebih besar darinya.

Bagaimana caranya? Jangan khawatir, setelah ini saya akan bahas bagaimana strategi funnelling-nya.

Manfaat memiliki aset digital bagi bisnis

Membentuk citra profesional bagi sebuah usaha dan/atau merek

Mendorong bisnis untuk bisa meningkat ke level selanjutnya

Mendekatkan bisnis dengan calon atau yang sudah jadi pelanggan 

Membuat bisnis dapat diakses dan dipelajari setiap waktu

Memudahkan proses negoisasi, transaksi serta meningkatkan trust atau kepercayaan terhadap bisnis tersebut

Membuka peluang bisnis bersaing dengan kompetitor besar sekalipun

Serta berbagai manfaat lainnya

Ini Lho Strategi Funnelling Terbaik di Era New Normal

Meski lebih leluasa bergerak di era new normal, tetap saja kita disarankan untuk tetap di rumah saja jika memang tidak ada keperluan mendesak. Hal ini membuat pusat perbelanjaan dan pasar tidak begitu ramai dikunjungi. Pun jika kunjungan tetap normal, daya beli masyarakat lah yang berkurang.

Sebuah tulisan yang bertajuk “Memetakan Jalan Penguatan Ekonomi Pasca Pandemi” yang dimuat di jurnal The Indonesia Journal of Development Planning mengungkapkan bahwa pandemi menyebabkan kontraksi perekonomian dunia. Arus perdagangan dan investasi global juga berkurang hingga 30%. Geliat ekonomi yang melemah ini mengakibatkan tidak kurang dari 195 juta orang kehilangan pekerjaan dan 420-580 juta orang di dunia jatuh pada jurang kemiskinan.

Di tataran pelaku ekonomi, tentu saja UMKM sangat terdampak. Hardilawati (2020) dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Strategi Bertahan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19” di Jurnal Akuntansi dan Ekonomika, menyarankan digital marketing (pemasaran digital) sebagai salah satu solusi bagi UKMM untuk bisa bertahan. Solusi ini tentu saja bukan tanpa alasan. Pembatasan gerak dan sosial membuat transaksi lebih aman dilakukan secara daring.

Nah, di sinilah aset digital yang sudah kita bahas tadi berperan. Aset digital menjadi jalur perjalanan calon pelanggan hingga terjadi klosing atau transaksi yang diharapkan. Alur perjalanan ini biasa diistilahkan sebagai “funnelling”. Sederhananya, bagaimana kita mengarahkan calon pelanggan potensial untuk mengenal produk/jasa yang ditawarkan hingga akhirnya memutuskan untuk membelinya.

Model AIDA dalam ilmu funnelling

Dalam membuat strategi funnelling, kita bisa menggunakan model yang dinamakan dengan AIDA. AIDA merupakan singkatan dari Awareness (Attention), Interest, Desire, dan Action. Lebih jelasnya seperti ini.

z

Awareness (Attention)

Langkah yang perlu ditempuh untuk menciptakan kesadaran konsumen dengan produk/jasa yang Anda tawarkan, termasuk dengan brand yang Anda punya.

Interest

Membuat calon pelanggan memiliki ketertarikan dengan penawaran Anda dengan cara menunjukkan benefit dari produk/jasa dalam bisnis Anda.

Desire

Memantik keinginan hati calon pelanggan untuk mau mencoba dan membeli apa yang Anda tawarkan melalui koneksi emosional, testimonial dan sebagainya.

Action

Memudahkan calon pelanggan untuk mengambil langkah selanjutnya yang Anda ingin. Apakah itu membeli, mengunduh brosur, menelpon dan sebagainya.

Calon-calon pembeli atau pelanggan akan mengalami penyaringan dari awal proses sehingga proses ini dianalogikan sebagai piramida terbalik. Di mana hanya orang-orang tertentu saja yang kemudian melakukan aksi hingga terjadi penjualan (sales).

Nah, sekarang bagaimana caranya menggunakan aset-aset digital agar tercipta strategi funnelling yang baik? Beberapa langkah di bawah bisa Anda terapkan.

z

Awareness

Ciptakan dulu kesadaran pasar akan brand Anda dengan melakukan kampanye di media sosial. Anda bisa menerapkan content marketing. Berikan pengguna media sosial edukasi yang berkaitan dengan bisnis Anda. Sebagai contoh jika Anda menjual beras organik, Anda bisa mengedukasi calon konsumen dengan manfaat dari mengkonsumsi beras organik; bahaya penggunaan pupuk kimia dan sebagainya.

Awalnya, lakukan dengan organik, lihat seberapa jauh jangkauannya. Jika Anda rasa belum cukup, gunakan iklan berbayar di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube dan lainnya. Sesuaikan dengan pangsa pasar Anda. Iklan berbayar akan memperluas jangkauan sehingga lebih banyak orang yang akan mengenal bisnis Anda.

Aset digital yang dibutuhkan :  Media sosial, iklan (berupa teks, gambar, audio atau video)

Interest

Saat orang-orang sudah mulai tertarik dengan konten pemasaran yang Anda sebarkan, yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah mengarahkan mereka ke sebuah halaman khusus seperti website ataupun landing page. Bubuhkan copywriting yang menarik di dalam website Anda agar pengunjung atau bisa juga disebut dengan prospek (lead) tertarik dengan apa yang Anda tawarkan.

Yang perlu diingat adalah setiap orang butuh alasan untuk melakukan sesuatu termasuk untuk menghubungi atau membeli produk Anda. Oleh karena itu, tawarkan pada mereka benefit. Ya, benefit atau manfaat. Akan lebih baik jika Anda fokus di situ, ketimbang lebih menonjolkan fitur dari produk/jasa yang Anda tawarkan.

Sembari itu, Anda juga bisa mengoptimalkan website bisnis Anda dengan pengelolaan SEO agar mudah ditemukan di mesin pencaharian di kemudian hari.

Aset digital yang dibutuhkan : website, pengelolaan SEO

Desire

Ketika prospek sudah mendarat di website Anda, jangan biarkan ia pergi begitu saja tanpa adanya tindakan lebih lanjut. Prospek sedapat mungkin harus melakukan tindakan-tindakan yang Anda inginkan, entahkah itu menghubungi Anda, mengunduh berkas tertentu atau mengunjungi halaman arahan dan sebagainya.

Agar prospek mau melakukan itu, tentu mereka butuh dorongan, bukan? Pancing keinginan mereka dengan menambahkan beberapa video atau foto testimonial pelanggan yang sudah terbantu oleh produk/jasa Anda. Semakin personal dan natural, akan semakin bagus. Selain itu, lampirkan juga sesuatu yang bisa menguatkan mereka seperti sertifikasi terkait bisnis Anda dan sebagainya. Jika belum cukup, Anda juga bisa tambahkan promo menarik.

Aset digital yang dibutuhkan :  media testimonial (berupa video, gambar atau teks). Sertifikat yang relevan.

Action

Tahap keempat dalam funnelling adalah action atau aksi yang dilakukan oleh prospek Anda. Pastikan Anda memiliki semacam tombol Call to Action yang bisa digunakan agar prospek bisa melakukan apa yang Anda inginkan. Sebagai contoh Anda ingin orang langsung membeli di website Anda. Maka Anda bisa menyiapkan pengaturan untuk pembelian di dalam web.

Selain itu, jika Anda adalah pebisnis yang ingin memasarkan produk/jasa bagi pebisnis lainnya (Business to Business/B2B). Anda bisa menggunakan layanan B2B Marketplace yang bisa membantu Anda menemukan klien atau pelanggan dengan mudah. Call to Action tinggal diarahkan ke platform itu.

Oh ya, satu lagi, jika Anda ingin menjalin hubungan baik dengan pelanggan, buat juga program loyalitas pelanggan seperti diskon khusus untuk pembelian ulang atau lainnya.

Aset digital yang dibutuhkan :  Copywriting dan elemen call to action, platform pembelian

Sejatinya dalam proses atau alur funnelling, tidak semua prospek akan berujung pada penjualan (sales), hanya saja strategi funnelling yang baik akan memperbesar persentasi sales atau konversi yang bisa terjadi. Strategi yang sudah saya jabarkan di atas bisa Anda coba dalam mempromosikan produk/jasa Anda. Itu akan cukup efektif untuk bersaing di dunia pemasaran digital terlepas dari apapun skala bisnis Anda. UMKM dan perusahaan besar memiliki peluang yang sama.

“Tapi apakah itu semua bisa dilakukan dengan mudah?” mungkin itu pertanyaan Anda.

Hmm, terlebih sebelumnya saya pernah menuliskan beberapa profesi baru yang dibutuhkan sebuah bisnis agar bisa bersaing di digital–yang tentu saja butuh investasi dana yang tidak sedikit.

Tapi tenang saja, Anda tidak perlu menggaji lebih banyak orang untuk bisa membuat aset digital dan menjalankan digital marketing untuk memajukan bisnis Anda. Kabar baiknya, ada layanan yang bisa mempermudah Anda melakukan itu. Layanan tersebut bisa Anda temukan di Indonetwork.co.id.

Akselerasikan Bisnis Anda Bersama Indonetwork

Saya tahu dan yakin bahwa Anda pasti memiliki banyak pertimbangan dalam memilih langkah yang tepat bagi bisnis Anda. Membangun bisnis tentu tidak bisa asal jadi, bukan?

Walaupun saya sudah coba terangkan mengenai aset digital dan funnelling, Anda dan tim di bisnis Anda pasti butuh waktu untuk berdiskusi mengenai itu. Ini mungkin terdengar sedikit pahit, tapi percayalah bahwa melakukan kampanye digital bukan sesuatu yang bisa dilakukan secara sambil-sambilan–melainkan butuh dedikasi waktu, tenaga dan dana.

Tapi tunggu dulu, masih ada cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk bisa membangun aset digital dengan biaya yang masuk akal. Caranya adalah bergabung dalam layanan direktori bisnis agar orang bisa menemukan bisnis Anda dengan mudah.

Indonetwork adalah sebuah direktori bisnis dan UKM terbesar di Indonesia. Pengelolaan dan operasional situs direktori bisnis online Indonetwork berada di bawah PT Indonetwork Adi Perkasa. Situs ini juga merupakan marketplace B2B terbesar dan terlengkap di Indonesia. Penawarannya beragam, mulai dari produk hingga jasa juga.

Jika Anda adalah pelaku usaha, Anda bisa memasarkan produk unggulan Anda di Indonetwork dengan mudah karena ada berbagai pilihan sistem belanja, baik satuan maupun grosir.

“Lantas, apa hubungannya dengan bahasan kita mengenai aset digital dan funnelling tadi?”

Jika Anda bertanya demikian, penggunaan marketplace B2B, untuk menampilkan produk, bisa jadi halaman arahan dari call to action kampanye digital marketing bisnis Anda. Sebagai marketplace B2B terbesar dan terlengkap di Indonesia, Indonetwork memberikan kemudahan bagi calon pembeli untuk mempelajari produk Anda dan menghubungi Anda.

Di halaman produk yang Anda daftarkan di Indonetwork akan ada deskripsi produk yang Anda tawarkan, di samping itu juga ada deskripsi tentang perusahaan. Baik profil singkat hingga alamat dari bisnis Anda.

Calon pelanggan juga dapat menghubungi Anda dengan mudah di halaman tersebut karena tersedianya kolom kontak yang bisa dihubungi. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa perhatikan gambar berikut.

Sumber gambar : indonetwork.co.id

Membership Indonetwork Menawarkan Kemudahan Membangun Aset Digital

Indonetwork juga menawarkan berbagai paket keanggotaan Premium yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Nah, paket inilah yang bisa membantu Anda dalam membangun aset digital bagi bisnis.

Paket keanggotaan Premium Indonetwork sudah termasuk layanan set up website, domain reguler, berbagai pilihan template website hingga berbagai layanan premium lainnya.

Selain itu Anda juga bisa memilih Paket Premium+ yang di dalamnya sudah termasuk layanan SEO dan SEM.

Jika Anda butuh layanan tambahan, Anda bisa memilih berbagai produk upsell yang bisa meningkatkan leads dan jangkauan dari bisnis Anda.

Sekarang, melalui Indonetwork, kesempatan membangun aset digital hingga menjalankan strategi funnelling ada di hadapan Anda.

Tertarik untuk bergabung dengan Indonetwork? Jangan buru-buru, mungkin Anda bisa menonton berbagai video di bawah ini terlebih dahulu.

Membangun Aset Digital, Pilihan yang Sayang Untuk Dilewatkan

Setelah semua penjelasan di atas, kira-kira apa yang Anda pikirkan? Anda bisa menuliskan isi pikiran Anda di kolom komentar di bawah, tapi saya tidak memaksa. Sebagaimana saya juga tidak memaksa Anda untuk mulai berinvestasi pada aset digital bagi bisnis Anda.

Nyatanya membangun aset digital dan melakukan pemasaran digital itu adalah pilihan. Ya, pilihan yang bisa saja Anda ambil atau tidak. Namun, pilihan ini akan sangat sayang jika dilewatkan karena melewatkannya akan membuat Anda kehilangan kesempatan untuk sukses di era digital. Terlebih di masa new normal ini di mana banyak orang lebih memilih transaksi di platform digital.

Memang, membangun dan mengelola aset digital itu memang tidak mudah. Saya sendiri pun sepakat. Hanya saja, jika ada tawaran kemudahan seperti yang diberikan oleh Indonetwork tadi, akan sangat rugi jika melewatkannya, bukan?

“Tapi saya ingin mencoba dulu, sebelum memutuskan daftar akun premium” bisik batin Anda.

Tenang saja, Anda bisa mendaftarkan akun gratis dulu di Indonetwork dan mencoba layanan yang ditawarkan oleh mereka. Setelah itu Anda bisa upgrade keanggotaan menjadi premium. Jadi tunggu apa lagi? Kunjungi Indonetwork sekarang dan bangun aset digital bisnis Anda.[]

error: Konten dilindungi